Satelit Menangkap Panas, Petugas Menembus Lereng Argopuro

Empat titik api terpantau dari darat di lereng Gunung Gundil dan Gunung Kerincing. Tim bergerak dari dua jalur untuk memastikan kondisi Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.
Situbondo -. Awalnya hanya terlihat sejumlah hotspot berkategori medium yang terkirim dari satelit. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, petugas harus mendekatinya dengan berjalan kaki.
Lima personel pemantau bergerak melalui jalur Taman Kursi menuju sisi timur Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, 14 Oktober 2026. Menjelang sore, pemantauan langsung menemukan empat titik api di lereng Gunung Gundil dan lereng timur Gunung Kerincing.
Temuan tersebut membuat pemantauan lapangan memperkuat data satelit yang telah ada. Dua tim direncanakan bergerak menuju Savana Cikasur melalui Baderan untuk memantau kondisi kawasan, membersihkan jalur, dan melakukan tindakan yang diperlukan sesuai perkembangan di lapangan. Tim lainnya akan menyusuri jalur Taman Kursi untuk memantau sisi timur kawasan dari arah Kupang, Bondowoso.
Purwantono, S.Hut., M.P., Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember - BBKSDA Jawa Timur, menekankan bahwa informasi satelit merupakan petunjuk awal. Kondisi sebenarnya tetap harus dipastikan langsung dari lapangan.
“Hotspot dari satelit menjadi petunjuk awal untuk menentukan lokasi pemantauan. Namun kondisi sebenarnya tetap harus diverifikasi dari darat. Medan Argopuro tidak mudah, sehingga setiap pergerakan tim harus mempertimbangkan kondisi api, akses, cuaca, dan tentu saja keselamatan personel,” ungkapnya.
Di tengah pemantauan, personel Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang terlibat juga berlatih menggunakan aplikasi Smart Patrol. Dengan aplikasi tersebut, perjalanan dan temuan di lapangan dapat direkam menjadi bagian dari data pemantauan kawasan.
Keterlibatan MMP menjadi penting. Di bentang pegunungan yang luas dan sulit dijangkau, pengendalian kebakaran tidak hanya membutuhkan orang yang mampu mendekati api, tetapi juga jejaring masyarakat yang memahami medan dan dapat membantu membaca perubahan di kawasan.
Di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, hotspot adalah peringatan, bukan kesimpulan. Satelit bisa menunjukkan di mana panas terdeteksi. Namun untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik punggungan Argopuro, petugas tetap harus menuju titik lokasinya.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Posko Dalkarhut - BBKSDA Jawa Timur
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



