Setelah Pelatihan Usai, Greenhouse Bawean Mulai Menumbuhkan Hasil

Agus Irwanto
Setelah Pelatihan Usai, Greenhouse Bawean Mulai Menumbuhkan Hasil
Greenhouse di Pos Riset Kawasan Suaka Alam Pulau Bawean mulai dikelola sebagai ruang belajar budidaya sayuran. Tantangan berikutnya bukan membangun sarana, tetapi memastikan ia terus hidup bersama kelompok.

Gresik - Greenhouse itu baru berusia beberapa pekan. Di dalamnya, tanaman mulai tumbuh melalui sistem hidroponik irigasi tetes. Namun ukuran keberhasilannya kelak bukan sekadar seberapa hijau tanaman yang terlihat hari ini.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah greenhouse itu akan terus hidup setelah program selesai? Pertanyaan tersebut menjadi perhatian saat jajaran BBKSDA Jawa Timur meninjau greenhouse yang dikelola KPH Bawean Lestari di halaman belakang Pos Riset Kawasan Suaka Alam Pulau Bawean, Kamis, 15 Oktober 2026.

Greenhouse tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Airlangga bersama KPH Bawean Lestari pada 3–4 Oktober 2026. Program memperkenalkan pengolahan bahan organik menjadi kompos serta budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik irigasi tetes.

Dalam peninjauan, tim melihat perkembangan tanaman, operasional sistem hidroponik, hingga pengelolaan greenhouse oleh kelompok.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Jawa Timur, Krismanko Padang, bersama Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik, Agustinus Krisdijantoro, dan Kepala Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, Sumpena, meninjau langsung sarana tersebut.

Evaluasi awal menjadi penting karena program pemberdayaan tidak selesai ketika bangunan berdiri atau peralatan diserahkan. Sarana baru mempunyai arti ketika digunakan, dipelihara, dan secara bertahap menghasilkan manfaat bagi kelompok yang mengelolanya.

Ke depan, greenhouse diarahkan menjadi ruang belajar sekaligus percontohan bagi kelompok binaan. Pengetahuan dan pengalaman pengelolaannya diharapkan dapat dikembangkan kepada kelompok lain maupun masyarakat desa penyangga kawasan konservasi Pulau Bawean.

Pendekatan tersebut membawa konservasi lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tidak semuanya harus dimulai dari patroli atau larangan. Penguatan kapasitas kelompok dan kegiatan produktif juga dapat menjadi bagian dari membangun hubungan jangka panjang antara masyarakat dan pengelola kawasan.

Greenhouse Bawean memang masih berada pada tahap awal. Karena itu, keberhasilannya belum dapat dinilai hanya dari tanaman yang tumbuh hari ini.

Sebab membangun greenhouse mungkin selesai dalam hitungan hari. Membuatnya terus hidup, berkembang, dan bermanfaat bagi masyarakat, itulah pekerjaan konservasi yang jauh lebih panjang.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

35 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait