Papan Telah Terpasang, Mengapa Pengunjung Masih Masuk Danau Kastoba?

Agus Irwanto
Papan Telah Terpasang, Mengapa Pengunjung Masih Masuk Danau Kastoba?
Keindahan tidak selalu berarti boleh dikunjungi. Di Pulau Bawean, sejumlah orang masih memasuki Danau Kastoba meski informasi mengenai status cagar alam telah terpasang di jalur masuk.

Gresik - Papan itu sebenarnya sudah ada. Informasinya pun cukup jelas. Namun ketika petugas tiba di Danau Kastoba, Pulau Bawean, Sabtu, 17 Oktober 2026, sejumlah pengunjung masih ditemukan berada di dalam kawasan.

Sebagian mengaku tidak membaca atau belum memahami informasi yang terpasang pada akses menuju danau. Situasi tersebut dijumpai ketika petugas dan mitra BBKSDA Jawa Timur mendampingi kegiatan penyelidikan geologi di Cagar Alam Pulau Bawean.

Alih-alih langsung menjadikan pertemuan itu sebagai persoalan pelanggaran, petugas memilih pendekatan persuasif. Kepada pengunjung dijelaskan bahwa Danau Kastoba berada di dalam Cagar Alam Pulau Bawean dan bukan diperuntukkan sebagai destinasi wisata umum.

Mereka diminta tidak kembali memasuki kawasan untuk kepentingan wisata serta membantu menyampaikan informasi serupa kepada keluarga, teman, dan masyarakat lainnya.

Indah Tidak Selalu Berarti Tempat Wisata
Danau Kastoba memang mudah mengundang rasa ingin tahu. Permukaan air yang dikelilingi vegetasi membuat tempat ini memiliki daya tarik visual yang kuat.

Namun status cagar alam menempatkan kepentingan perlindungan proses alami dan ekosistem sebagai hal utama. Karena itu, keindahan sebuah tempat tidak otomatis menjadikannya ruang yang dapat dikunjungi sebagaimana destinasi wisata pada umumnya.

Perjumpaan hari itu sekaligus menjadi evaluasi terhadap cara informasi konservasi disampaikan.

Papan informasi tetap diperlukan sebagai penanda. Tetapi informasi yang hanya berdiri di pinggir jalan belum tentu dibaca, dipahami, terlebih dipatuhi. Komunikasi langsung, patroli, dan keterlibatan masyarakat tetap diperlukan agar orang memahami bukan hanya di mana batas kawasan berada, tetapi mengapa batas itu harus dihormati.

Persoalan semacam ini menjadi semakin relevan ketika foto dan video tempat-tempat menarik mudah beredar melalui media sosial. Sebuah lokasi dapat dikenal luas lebih cepat daripada informasi mengenai aturan yang melindunginya.

Karena itu, tantangannya bukan membuat Danau Kastoba semakin dikenal sebagai tujuan perjalanan, melainkan memastikan semakin banyak orang mengenalnya dengan status yang benar.

Tidak semua tempat indah harus menjadi destinasi. Ada tempat yang justru tetap berharga karena manusia bersedia berhenti di batasnya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

104 views
1 komentar
2 shares
Rating:

Komentar (1)

Tinggalkan Komentar

Yusra

Apakah di bawah sebelum pengunjung naik tanjakan pintu ada papan nama untuk peringatan untuk tidak memasuki kawasan cagar alam

Artikel Terkait