Kolaborasi Multipihak Padamkan Api di Dataran Tinggi Yang

Situbondo - Penanganan kebakaran hutan di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (SM. DT. Yang) menunjukkan tren yang sangat positif. Dimana selama kegiatan pengendalian kebakaran hutan didukung masyarakat sekitar hutan, ojek, porter, pelaku wisata, serta kolaborasi para pihak yang sangat baik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha – Balai Besar KSDA Jawa Timur, Krismanko Padang, saat hadir dalam evaluasi pengendalian kebakaran hutan SM. DT. Yang di Pos Baderan, 15 September 2026 malam.
“ BBKSDA Jatim memberikan apresiasi kepada tim di lapangan yang mampu bekerja adaptif dan berkolaborasi sesuai kapasitasnya masing-masing,” ujarnya.
Hingga kini (15/9/2026), kebakaran di gunung Argopuro tidak menunjukkan penambahan luasan kebakaran, karena tidak dijumpai lagi titik api di dalam kawasan konservasi yang terletak di 4 kabupaten itu.
Sejak pagi, tim melakukan pemantauan bekas kebakaran melalui drone untuk memastikan ada tidaknya titik api yang masih menyala. Pergerakan dilanjutkan dengan mop-up atau pendinginan untuk memastikan sisa bara api yang ada, baik di sekitar Gunung Gilap maupun Aing Kenik.
Terkait opsi pembukaan pendakian kedepannya, menurut Benediktus Rio Wibawanto, Kepala Seksi KSDA Wilayah VI Probolinggo, bahwa keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama. Hal ini mengingat bahan bakar alami yang masih cukup melimpah, sehingga potensi terulangnya kebakaran hutan masih perlu diwaspadai hingga akhir Oktober 2026.
“Penutupan pendakian semata-mata untuk menjamin keselamatan pengunjung, bukan hanya terkait PNBP, tetapi juga tanggung jawab pengelola atas keselamatan pengunjung,” timpal Krismanko Padang.
Luas kawasan suaka margasatwa yang terdampak kebakaran hutan sementara berada di sekitar 488 hektar. Angka ini didapat dari hasil pemetaan dengan pendekatan drone, hotspot dan tutupan lahan. Sedangkan angka finalnya menunggu proses delineasi lapangan.
Rio juga menambahkan bahwa sistem turunan dari aplikasi Ayo ke Taman Nasional (AKTN) yang dipergunakan untuk booking ticket, telah mendukung proses monitoring pengunjung oleh pihak BBKSDA Jatim. Baik yang masih berada di dalam kawasan selama penanganan kebakaran, maupun yang belum masuk. Dan mekanisme refund tiket saat terjadinya kebakaran hutan dapat berjalan dengan cepat.
Penulis: Agus Irwanto
Sumber: Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



