Hujan Turun, Api Argopuro Belum Sepenuhnya Padam

Agus Irwanto
Hujan Turun, Api Argopuro Belum Sepenuhnya Padam
Hujan deras sempat mengguyur Bermi sekitar 15 menit. Namun malam harinya api masih terlihat di lereng Puncak Argopuro. Sehari kemudian, kondisi berbeda terpantau dari dua sisi pegunungan.

Situbondo - Hujan akhirnya turun di lereng Argopuro, Rabu sore, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Cukup deras mengguyur kawasan Bermi selama kurang lebih 15 menit. Setelah berhari-hari api dan asap terpantau di berbagai bagian Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang, hujan itu membawa harapan.

Namun, saat malam datang dengan kabar yang berbeda. Dari Pos Bermi, api masih terlihat menyala di sekitar lereng Puncak Argopuro. Artinya, hujan singkat belum cukup menjadi penanda bahwa kebakaran telah berakhir.

Pada hari yang sama, tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali ke Pos Baderan setelah melakukan pemantauan sejak sehari sebelumnya. Mereka menyusuri kawasan mulai dari batas kawasan, Mata Air 2 hingga Panyongsonan dan sempat bermalam di sekitar Mata Air 2.

Di sepanjang perjalanan, api maupun kepulan asap masih ditemukan pada sejumlah lokasi, sebelum batas kawasan di bawah portal, jalur Mata Air 2 menuju savana kecil Panyongsonan, jalur dari savana kecil menuju savana besar, serta sekitar Gunung Lengleng.

Tim melakukan mop up terhadap sisa kebakaran sekaligus membersihkan jalur.

Satu Gunung, Dua Pemandangan
Pemantauan pada Kamis, 22 Oktober 2026, memperlihatkan betapa dinamisnya kondisi kebakaran di pegunungan. Dari Desa Tamankursi, tidak terlihat adanya kebakaran maupun kepulan asap.

Tetapi dari sisi Bermi, kepulan asap tebal masih terpantau di sebelah utara Cemoro Limo. Perbedaan tersebut tidak serta-merta berarti salah satu pengamatan keliru. 

Bentang Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang sangat luas dan bergelombang. Lereng, punggungan dan lembah dapat membatasi pandangan dari satu titik terhadap lokasi kebakaran di sisi lainnya. Karena itu, ketiadaan asap dari satu titik pengamatan belum cukup untuk menyatakan seluruh kawasan telah aman.

Pemantauan tetap dilakukan melalui pos-pos lapangan dan komunikasi dengan berbagai pihak. Dari hasil pemetaan, luas areal terbakar SM. Dataran Tinggi Yang sampai dengan 16 Oktober 2026 seluas : 1.381 Hektar.

Dari Api di Gunung hingga Banjir di Hilir
Penanganan kebakaran Argopuro juga mulai dibicarakan dalam konteks yang lebih luas. Kamis siang, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo berkunjung ke Kantor Seksi KSDA Wilayah VI di Probolinggo. Pertemuan membahas sinergi penanganan kebakaran hutan sekaligus mitigasi potensi bencana banjir di wilayah hilir.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Situbondo dan Jember, serta Polres Probolinggo. Hubungan antara kawasan pegunungan dan wilayah di bawahnya menjadi penting diperhatikan setelah kebakaran. 

Hilangnya penutup permukaan dan perubahan kondisi tanah pada areal terdampak dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan ketika hujan kembali turun, meskipun tingkat risikonya masih harus dinilai berdasarkan luas, intensitas kebakaran, kondisi tanah, kemiringan lereng dan karakter daerah aliran sungai.

Karena itu, datangnya hujan membawa dua sisi. Air sangat dibutuhkan untuk membantu memadamkan bara pada lokasi yang sulit dijangkau manusia. Tetapi setelah api benar-benar padam, kondisi kawasan yang terbakar juga perlu dipantau ketika musim hujan datang.

Untuk sementara, pekerjaan di Argopuro belum selesai. Asap masih terlihat dari sebagian sisi pegunungan. Tim masih melakukan pemantauan dan mopping up. Koordinasi antarlembaga juga terus berjalan.

Hujan memang mulai turun di Argopuro. Namun satu hujan belum menjadi tanda bahwa semuanya akan selesai. Setelah api, pegunungan ini masih harus dijaga untuk menghadapi apa yang datang berikutnya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur

35 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait