
Ketika Ijen Terbakar, Kami Teringat Sylvia
Banyuwangi, 7 September 2026. Tiga belas tahun lalu, seekor Elang Jawa bertanda “JATIM 01” dilepasliarkan di bentang Ijen. Kini, ketika api menjalar di kawasan yang sama, kisah itu mengingatkan kembal
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #elang-jawa(60 artikel ditemukan)

Banyuwangi, 7 September 2026. Tiga belas tahun lalu, seekor Elang Jawa bertanda “JATIM 01” dilepasliarkan di bentang Ijen. Kini, ketika api menjalar di kawasan yang sama, kisah itu mengingatkan kembal

Petugas boleh berganti, waktu terus berjalan. Namun di Picis–Sigogor, selalu ada mata yang menengadah untuk memastikan Elang Jawa masih terbang.Ponorogo, 13 September 2026. Tiga belas tahun lalu, penu

Ponorogo - Bentang alam Cagar Alam (CA) Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor merupakan salah satu site monitoring Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Jawa Timur. Dengan luas mencapai 218,4 hektar,

Badung - Cerita Elang Jawa dari hutan-hutan Jawa Timur bergema di Bali. Bukan tentang berapa banyak yang pernah diselamatkan, tetapi tentang satu pertanyaan yang lebih besar: masih adakah cukup ruang

Ponorogo - Jauh di atas kanopi hutan, tujuh bayangan masih melintas. Berputar mengikuti arus udara, sesekali mengepakkan sayap, lalu menghilang di balik punggungan. Mereka bukan garuda dalam cerita at

Surabaya - Seekor burung pemangsa bertengger diam di atas sebuah pohon di kawasan proyek pembangunan rumah di Perumahan Bukit Golf, Surabaya, Rabu (8/7). Di tengah suara mesin dan aktivitas para peker

Sidoarjo - Harapan bagi kembalinya Elang Jawa ke langit liar mulai disiapkan. Balai Besar KSDA Jawa Timur menerima dukungan teknologi wildlife tracking dari PT. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari r

Langit pagi di Hargokiloso masih tertahan kabut saat langkah-langkah kecil para petugas patroli menembus rimbunnya hutan Gunung Picis. Rabu, 28 Januari 2026, kawasan sunyi di perbatasan antara cagar a

Tiga dekade lalu, Elang Jawa adalah burung pemangsa yang lebih sering hadir dalam catatan riset ketimbang ruang publik. Kini, setelah perjalanan panjang yang diisi penelitian, patroli hutan, rehabilit