
Bala Bantuan Bergerak ke Kawah Ijen
Sidoarjo - Penanganan kebakaran hutan di kawasan Kawah Ijen terus diperkuat. Kamis petang, 4 September 2026, Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali mengerahkan tambahan personel, logistik, dan sarana
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: di kategori Berita(1377 artikel ditemukan)

Sidoarjo - Penanganan kebakaran hutan di kawasan Kawah Ijen terus diperkuat. Kamis petang, 4 September 2026, Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali mengerahkan tambahan personel, logistik, dan sarana

Banyuwangi, 4 September 2026. Api belum berhenti di punggung Ijen. Sejak terpantau di Cagar Alam (CA) Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, Kamis, 3 September 2026, kebakaran terus bergerak. Sehari kemudian,

Banyuwangi - Dua tubuh kecil bercorak tutul itu kini berada di balik jeruji kandang transit. Rabu, 2 September 2026, dua individu Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) diserahkan secara sukarela ole

Tulungagung - Dua kali datang kabar dari Tulungagung. Dua kali pula mamalia bersisik mendapat kesempatan kembali ke hutan. Mereka adalah Trenggiling, satwa liar yang lebih semestinya ditemukan di lant

Bojonegoro - Mereka datang dari dua tempat, dengan cerita yang berbeda. Seekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) diserahkan masyarakat, dan seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) da

Sidoarjo - Ada yang pulang ke hutan. Ada yang masih menunggu. Ada pula hutan yang justru sedang berjuang agar tetap menjadi rumah. Sepanjang Agustus 2026, cerita konservasi di Jawa Timur mempertemukan

Sidoarjo - Musim kemarau tahun 2026 ini memiliki potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan, khususnya pada Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang memiliki tingkat kerentana

Sumenep - Di Cagar Alam Pulau Saobi, musim kemarau membawa dua pekerjaan sekaligus. Menjaga kehidupan liar yang masih bertahan, sekaligus memastikan kekeringan panjang tak berubah menjadi bara yang me

Pacitan - Seekor Trenggiling (Manis javanica) tampak tenang, perlahan namun pasti melangkah diantara semak dan pepohonan di hutan lindung RPH. Pacitan. Akhirnya ia kembali ke habitatnya setelah dilepa