Belum Selesai, Asap Kembali Muncul di Cagar Alam Kawah Ijen

Agus Irwanto
Belum Selesai, Asap Kembali Muncul di Cagar Alam Kawah Ijen

Banyuwangi - September belum selesai, begitu pula kewaspadaan terhadap api di Kawah Ijen. Kepulan asap kembali terpantau di Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, Kamis sore (24/9/2026), setelah kawasan ini beberapa kali menghadapi kebakaran sepanjang bulan yang sama.

Informasi awal menunjukkan kemunculan asap berada di kawasan cagar alam.  Perkembangan kondisi masih terus dipantau sehingga luas terdampak, sumber api, serta kondisi terakhir belum dapat disimpulkan sebelum pemeriksaan lapangan dilakukan.

Kemunculan asap ini menambah panjang cerita kebakaran di Kawah Ijen sepanjang September tahun ini.

Api pertama kali terpantau di Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup pada awal September. Medan berupa tebing dan lereng curam menyulitkan akses petugas. Kebakaran kemudian bergerak hingga memasuki sebagian Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, mendorong operasi besar yang melibatkan tim darat, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca serta dukungan lintas instansi. 

Perlahan kondisi sempat membaik. Pada 14 September, pemantauan SIPONGI tidak lagi menunjukkan titik panas di CA maupun TWA. Luas terdampak yang tercatat saat itu mencapai sekitar 1.505 hektare, terdiri atas sekitar 1.449 hektare cagar alam dan 56 hektare taman wisata alam. Meski demikian, patroli tetap dilakukan karena kekeringan dan angin masih menjadi faktor yang harus diwaspadai. 

Dua hari kemudian, asap kembali terlihat di sisi utara Ijen. Saat itu titik panas terpantau masih berada di luar cagar alam dan petugas menggunakan drone untuk membaca arah pergerakan api. 

Kini asap kembali terlihat. Bedanya, pantauan awal kali ini mengarah pada Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup.

Kejadian berulang sepanjang September memberi satu pelajaran penting: hilangnya nyala api bukan selalu penanda berakhirnya ancaman. Di bentang pegunungan yang kering, sisa bahan bakar, tunggak dan material organik perlu terus diperiksa. Angin juga dapat mengubah situasi dalam waktu singkat.

Karena itu, bagi petugas, melihat asap bukan alasan untuk berspekulasi. Asap adalah alasan untuk kembali memeriksa lapangan. Kawah Ijen sudah berkali-kali memberi jeda sepanjang September. Berkali-kali pula petugas kembali bersiaga.

Api mungkin mereda. Kewaspadaan belum.

Penulis: Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor: Agus Irwanto
Sumber: Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur

57 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait