Bara Belum Pergi, Penjagaan di Savana Cikasur Berganti

Situbondo - Kobaran api memang tak lagi sebesar hari-hari sebelumnya. Namun asap tipis dan bara yang masih tersimpan di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (SM. DT. Yang), Argopuro, memberi satu pesan bahwa pekerjaan belum selesai.
Pada Senin pagi, 14 September 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, asap kembali terpantau dari Grid 84. Drone yang diterbangkan pukul 07.17 WIB kemudian memastikan masih terdapat api di lokasi tersebut. Asap tipis juga terpantau di lereng selatan Gunung Rabunan.
Tim segerak bergerak. Petugas bersama relawan melakukan pengendalian dan membuat sekat bakar hingga batas jurang Gunung Gilap. Di sisi timur Cikasur, tidak kurang dari 16 orang dari unsur ojek dan porter Baderan turut membuat sekat bakar sepanjang kurang lebih 300 meter, sebagai langkah mitigasi agar api tidak merambat menuju savana.
Di balik operasi itu ada cerita yang lebih panjang dari sekadar angka dan titik api.
Enam hari lima malam, Tim BKO II BBKSDA Jawa Timur bersama relawan bertahan dan bekerja di Cikasur. Siang mereka berhadapan dengan bara, medan pegunungan dan asap. Malam membawa tantangan berbeda, suhu pegunungan yang turun hingga di bawah 10 derajat Celsius.
Cikasur selama enam hari itu bukan sekadar lokasi operasi. Ia menjadi tempat makan seadanya, beristirahat seperlunya, membaca arah asap, menerbangkan drone, membangun sekat bakar, melakukan mop-up, lalu kembali memastikan bara tidak menemukan kesempatan menjadi api.
Tidak ada pekerjaan yang benar-benar berdiri sendiri. Petugas BBKSDA Jatim, MMP, MPA, relawan, pelaku wisata, ojek dan porter bergerak dalam perannya masing-masing. Yang dilawan bukan hanya api, tetapi juga lelah, dingin, keterbatasan komunikasi, dan medan yang tak memberi banyak ruang untuk lengah.
Enam Hari Berakhir, Estafet Tidak
Selasa, 15 September 2026, sejak pukul 07.00 WIB pemantauan kembali dilakukan secara visual dan menggunakan drone. Cuaca cerah dengan angin timur laut cukup kencang. Titik bara dan asap masih terlihat di Gunung Gilap dan Gunung Rabunan.
Hari itu sekaligus menandai berakhirnya penugasan lapangan Tim BKO II dan dimulainya estafet kepada Tim BKO III BBKSDA Jawa Timur sebanyak tujuh personel.
Sejak pukul 09.00 WIB, Tim BKO III telah berada di Cikasur untuk meneruskan pengawasan dan penanganan. Setelah enam hari lima malam berada di medan operasi, Tim BKO II bergerak turun menuju Baderan sekitar pukul 11.00 WIB untuk konsolidasi, komunikasi dan evaluasi langkah berikutnya.
Mereka turun, tetapi operasi tidak ikut turun.
Di Cikasur, pergantian personel bukan tanda pekerjaan selesai. Itu adalah cara menjaga agar manusia tetap memiliki tenaga ketika kawasan masih membutuhkan penjagaan.
Api mengajarkan satu hal sederhana bahwa padamnya nyala belum selalu berarti berakhirnya kebakaran. Selama bara masih ditemukan, kewaspadaan tetap harus hidup.
Dan setelah berhari-hari menjaga Cikasur dari api, pertanyaan berikutnya mulai menunggu di Baderan. Lalu, kapan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang kembali dibuka?
Jawabannya tentu tidak cukup dengan mengatakan api telah padam. Ada keselamatan pengunjung, kondisi jalur, bahan bakar kering, peta kerawanan, sistem komunikasi, kesiapan petugas hingga mitigasi kebakaran berikutnya yang harus diperhitungkan.
Sebab membuka kembali pintu kunjungan bukan sekadar membuka pintu pendakian. Ia adalah keputusan tentang kapan manusia boleh kembali, tanpa mengorbankan keselamatan manusia maupun kawasan yang baru saja melewati api.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji
Editor : Agus Irwanto
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



