Api Kembali Terlihat di Kawah Ijen, Pagi Hari Dipastikan Padam

Agus Irwanto
Api Kembali Terlihat di Kawah Ijen, Pagi Hari Dipastikan Padam

Banyuwangi - Kebakaran kembali terjadi di Blok Cangkringan, Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup. Api dilaporkan terlihat pada Minggu malam (11/10), sekitar pukul 18.30 WIB. Pemantauan darat dan udara keesokan paginya memastikan api telah padam.

Informasi awal diterima petugas dari masyarakat. Api diduga merambat dari kawasan Perhutani yang berbatasan dengan cagar alam dan pada malam itu telah mencapai Blok Cangkringan. Dugaan tersebut masih berdasarkan informasi dan pengamatan awal lapangan sehingga penyebab serta asal api belum dapat disimpulkan.

Personel telah bersiaga sejak laporan diterima. Namun medan yang sulit dan kondisi malam tidak memungkinkan pemadaman dilakukan secara aman. Petugas memilih melakukan pemantauan dan menunggu kondisi memungkinkan untuk pengecekan langsung.

Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama. Memasuki lereng terjal pada malam hari dengan jarak pandang terbatas justru dapat menambah risiko dalam operasi pengendalian kebakaran.

Senin pagi (12/10), tim bergerak melakukan penyisiran darat. Drone juga diterbangkan untuk menjangkau bagian kawasan yang sulit diperiksa langsung.

Hasil pemantauan memastikan tidak lagi ditemukan api aktif. Kebakaran berhenti di sekitar bibir jurang. Vegetasi pada lereng curam di bawahnya masih hijau sehingga tidak menyediakan bahan bakar kering yang cukup untuk melanjutkan penjalaran api.

Kejadian di Cangkringan menjadi bagian dari kewaspadaan panjang terhadap kebakaran di bentang Ijen. September lalu, kawasan ini juga menghadapi kebakaran yang membutuhkan penanganan panjang sebelum kondisi berangsur membaik.

Namun pengalaman itu pula yang membuat setiap laporan asap dan api tidak dianggap selesai hanya berdasarkan pengamatan dari kejauhan. Pengecekan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus membaca kemungkinan munculnya kembali api.

Hingga senin siang petugas tetap melakukan pemantauan lokasi bekas kebakaran. Sebab di kawasan konservasi, memastikan api padam sama pentingnya dengan memastikan petugas pulang dengan selamat.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur

15 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait