Ketika Satwa Masuk Kelas, Pelajaran Konservasi Jadi Lebih Dekat di Madiun

Agus Irwanto
Ketika Satwa Masuk Kelas, Pelajaran Konservasi Jadi Lebih Dekat di Madiun
Musang bulan, burung Amazon, sanca kembang hingga iguana Kuba menjadi media edukasi bagi pelajar. Interaksi dilakukan terbatas dan dalam pengawasan petugas.

Madiun - Hari itu, pelajaran tentang satwa tidak hanya datang dari halaman buku atau layar kelas saja. Seekor Musang Bulan, burung Orange-winged Amazon, Sanca Kembang, dan Iguana Batu Kuba hadir lebih dekat dengan para pelajar di Kota Madiun.

Mereka menjadi bagian dari Jatim Park 2 Goes to School, kegiatan edukasi yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 dengan pendampingan personel dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) Madiun, Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Tiga sekolah menjadi lokasi kegiatan, yakni SMPN 7 Madiun, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof Hamka Kota Madiun, serta SMP Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan Madiun.

Kehadiran satwa memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat keragaman fauna yang selama ini mungkin hanya mereka jumpai melalui buku, foto, atau tayangan digital. Namun kedekatan itu tetap memiliki batas.

Interaksi siswa dengan satwa dilakukan secara terbatas dan berada dalam pengawasan petugas ahli dari penyelenggara. Pendampingan menjadi penting agar kegiatan edukasi tetap memperhatikan keamanan peserta maupun penanganan satwa.

Program Goes to School sendiri merupakan agenda rutin Jatim Park 2 sebagai bagian dari kegiatan sosial dan edukasi kepada masyarakat. Bagi BBKSDA Jawa Timur, pendampingan kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa mengenal satwa seharusnya tidak berhenti pada rasa kagum.

Ada pemahaman yang perlu tumbuh setelahnya, bahwa satwa memiliki kebutuhan biologis, perilaku dan ruang hidup yang harus dihormati. Sebab pendidikan konservasi tidak selalu harus dimulai jauh di dalam hutan.

Kadang ia bisa bermula dari ruang kelas, ketika seorang anak melihat satwa dari dekat, kemudian pulang dengan satu pemahaman baru, satwa bukan sekadar untuk dilihat dan disentuh. Semakin dekat kita mengenalnya, semakin besar pula tanggung jawab untuk menghargai kehidupannya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

26 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait