Api Berhenti di Batas, Suaka Margasatwa Pulau Bawean Aman dari Kebakaran Teneden

Agus Irwanto
Api Berhenti di Batas, Suaka Margasatwa Pulau Bawean Aman dari Kebakaran Teneden
Api membakar sekitar 0,25 hektar lahan masyarakat di Gunung Lanjeng. Penyisiran menemukan bara masih tersimpan pada tonggak dan batang kayu di sekitar batas kawasan konservasi.

Gresik - Api memang telah padam. Tetapi di sepanjang batas Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, pekerjaan belum selesai.

Pada 18 Oktober 2026, petugas Resort KSDA Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean melakukan ground check di Gunung Lanjeng, Blok Teneden, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak. Itu dilakukan setelah petugas menerima informasi masyarakat mengenai kebakaran lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.

Saat tiba di lokasi, api utama di lahan masyarakat telah padam. Berdasarkan kondisi lapangan, api diduga sebelumnya telah dipadamkan warga. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,25 hektar.

Namun penyisiran di sekitar Pal Batas 141/SM menemukan bara masih bertahan pada sejumlah tonggak kayu dan batang pohon. Bara tersebut kemudian dipadamkan menggunakan jet shooter untuk mengurangi risiko penyalaan kembali dan mencegah api merambat menuju kawasan.

Kawasan Konservasi Tidak Terbakar
Hasil pengecekan sepanjang batas tidak menemukan kebakaran di dalam SM. Pulau Bawean. Api terpantau tidak merambat melewati batas kawasan.

Temuan bara menjadi alasan pemantauan tidak berhenti ketika nyala api sudah tidak terlihat. Pada kondisi vegetasi dan bahan bakar yang kering, sisa bara tetap perlu diwaspadai sebagai potensi penyalaan kembali.

Keterlibatan masyarakat Dusun Paseran dalam penanganan di lapangan sekaligus menunjukkan pentingnya warga sekitar sebagai bagian dari deteksi dini kebakaran. Informasi yang cepat memungkinkan petugas segera memeriksa kondisi hingga batas kawasan.

RKW 09 Gresik–Bawean akan melanjutkan pemantauan dan patroli pada titik rawan serta memperkuat koordinasi dengan masyarakat sekitar.

Hari itu api tidak masuk ke dalam suaka margasatwa, namun di musim kering, batas kawasan bukan tembok yang dapat menghentikan api dengan sendirinya. Api boleh berhenti di batas. Kewaspadaan jangan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik

12 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait