Wildlife Academy, Membaca Alam Lewat Suara

Agus Irwanto
Wildlife Academy, Membaca Alam Lewat Suara

Tulungagung - Alam tidak selalu harus dilihat untuk diketahui keberadaannya. Di balik tajuk, semak, dan ruang-ruang yang sulit dijangkau, kehidupan liar meninggalkan satu penanda yang sering luput kita dengarkan yaitu suara.

Berangkat dari gagasan itu, Seksi KSDA Wilayah I Kediri, BBKSDA Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung dan Cabang Dinas Kehutanan Trenggalek Provinsi Jawa Timur menggelar Wildlife Academy perdana bertajuk “Bioakustik untuk Konservasi”, Senin (10/8/2026), di Tulungagung.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 ini diikuti 52 peserta dari siswa pecinta alam, mahasiswa, komunitas, relawan, fotografer hingga instansi daerah. Mereka tidak sekadar diajak mengenal keanekaragaman hayati, tetapi juga belajar bagaimana pengamatan dapat berkembang menjadi data ilmiah dan memperluas gerakan citizen science.

Perjalanan dimulai dari dunia avifauna bersama Akhmad David KP, Polisi Kehutanan Resor Konservasi Wilayah 02 Blitar. Dilanjutkan cerita lapangan Tulungagung Bird Walk oleh Lusi dari Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung.

Riri Wiyanti R., M.S. dari Birdpacker kemudian membawa peserta lebih jauh mengenal bioakustik, metode yang memanfaatkan rekaman suara untuk membantu mengenali dan memantau kehidupan liar. Di tangan ilmu pengetahuan, suara tidak lagi sekadar bunyi. Ia menjadi data, jejak keberadaan, sekaligus cerita tentang kehidupan yang mungkin tak sempat tertangkap mata.

Kepala DLH Kabupaten Tulungagung menyambut baik Wildlife Academy dan menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan BBKSDA Jawa Timur. Bahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar dengan jangkauan yang lebih luas.

Kelas itu tidak selesai di ruang pertemuan. Sehari kemudian, 11 Agustus 2026, perangkat bioakustik dipasang di Hutan Kota Kabupaten Tulungagung oleh Riri bersama petugas RKW 02 Blitar dan DLH Kabupaten Tulungagung.

Dari sanalah pelajaran sesungguhnya dimulai. Alat dibiarkan merekam, sementara alam berbicara dengan bahasanya sendiri.

Wildlife Academy mengajarkan satu hal sederhana bahwa untuk memahami alam, terkadang kita tidak perlu banyak bicara. Kita hanya perlu belajar mendengarkan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

20 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait