Warga Swiss Ditemukan Selamat, Cagar Alam Tetap Punya Batas

Agus Irwanto
Warga Swiss Ditemukan Selamat, Cagar Alam Tetap Punya Batas

Bawean - Pencarian seorang warga negara Swiss yang dilaporkan tidak kembali selama dua hari berakhir lega. Tim gabungan menemukan Messmer Philip dalam kondisi selamat, Minggu (20/9) pukul 13.30 WIB, saat berjalan kaki keluar dari Blok Gunung Besar Cagar Alam Pulau Bawean.

Pencarian bermula dari laporan seorang perempuan kepada Polsek Tambak. Philip diketahui meninggalkan homestay sejak Jumat (18/9) dan menuju sekitar Danau Kastoba untuk melakukan aktivitas spiritual. Sepeda motor yang digunakannya kemudian ditinggalkan di Desa Paromaan, sementara keberadaannya tidak diketahui.

Informasi tersebut ditindaklanjuti Polsek Tambak bersama Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean, Koramil Tambak, KPH Bawean Lestari, perangkat desa, dan masyarakat sekitar. Keterangan warga yang sempat melihat Philip berjalan kaki di sekitar permukiman dan persawahan menjadi petunjuk dalam penelusuran.

Dua jam setelah tim bergerak, Philip ditemukan selamat.

Pemeriksaan awal tidak menemukan spesimen tumbuhan, satwa liar, maupun bagian-bagiannya dalam barang bawaan. Kepada petugas, warga Swiss tersebut mengaku melakukan perjalanan secara mandiri untuk kepentingan spiritual.

Setelah ditemukan, Philip dibawa ke Polsek Tambak untuk dimintai keterangan. Petugas juga memberikan penjelasan mengenai ketentuan memasuki kawasan konservasi.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Ir. Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. menegaskan bahwa keselamatan manusia tetap menjadi prioritas, tetapi perlindungan kawasan tidak boleh diabaikan.

"Kami bersyukur yang bersangkutan ditemukan selamat. Namun perlu dipahami bahwa cagar alam memiliki fungsi perlindungan dan ketentuan yang harus dihormati. Apa pun tujuan kegiatannya, termasuk spiritual, aktivitas di dalam kawasan konservasi harus mengikuti ketentuan yang berlaku,”  tegas Nur Patria.

RKW 09 Gresik–Bawean selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Tambak dan instansi terkait untuk pendalaman serta memastikan yang bersangkutan tidak kembali memasuki kawasan konservasi tanpa memenuhi ketentuan.

Peristiwa ini meninggalkan pesan, bahwa keselamatan manusia harus dijaga, tetapi cagar alam juga harus dilindungi. Sebab Bawean boleh dijelajahi, tetapi cagar alam tetap punya batas.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

31 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait