Warga Manggis Belajar Menjaga Hutan dan Membaca Pasar dari Kandang Kambing

Agus Irwanto
Warga Manggis Belajar Menjaga Hutan dan Membaca Pasar dari Kandang Kambing

Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi tidak selalu dimulai dari dalam hutan. Di Kediri, jalannya bisa berawal dari kandang kambing, belajar pakan, kesehatan ternak, hingga mencari cara agar peternak tidak selalu kalah ketika harga jatuh.

Kediri - Menjaga hutan tidak selalu berarti berdiri di antara pepohonan. Selasa, 22 September 2026, anggota Kelompok Masyarakat Alas Simpenan Sejahtera, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, justru berkumpul di antara kandang kambing Barokah Farm Kediri, Desa Ngadiloyo.

Mereka datang membawa persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan peternak: bagaimana ternak tetap sehat, pakan dikelola dengan baik, usaha berkembang, dan hasilnya memiliki nilai ketika tiba waktunya dijual.

Melalui pelatihan peningkatan usaha ekonomi produktif, Tim Seksi KSDA Wilayah (SKW) I - BBKSDA Jawa Timur mengajak kelompok melihat peternakan bukan sekadar urusan memelihara kambing sampai besar, tetapi sebagai usaha yang harus dibaca dari hulu hingga hilir.

Pendiri Barokah Farm Kediri, dr. Taufan Hidayat, M.MRS., membawa peserta langsung pada persoalan sehari-hari peternak: persiapan usaha, perawatan, manajemen pakan, penyakit hingga pemasaran.

Diskusi menjadi semakin relevan ketika peserta membicarakan kondisi harga daging kambing yang sedang rendah serta dinamika perdagangan ternak. Sebab bagi peternak, keberhasilan tidak berhenti ketika kambing tumbuh sehat.

Ternak yang baik tetap harus bertemu pasar yang baik. Karena itu, peserta diperkenalkan pada kemungkinan kemitraan dengan Barokah Farm, baik melalui pola penggemukan maupun breeding. Mereka juga diajak membaca peluang lain dalam rantai usaha peternakan agar pendapatan tidak hanya bergantung pada menjual ternak.

Taufan, yang juga berkecimpung dalam asosiasi peternak di Kabupaten Kediri, membuka kesempatan bagi perwakilan kelompok untuk bergabung sehingga akses terhadap informasi, jejaring dan konsultasi usaha dapat terus berlanjut.

Pelatihan Bukan Pertemuan Terakhir

Kepala Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Dr. Ruky Umaya, berharap peningkatan kemampuan beternak tersebut pada akhirnya dapat memperkuat ekonomi anggota kelompok.

Pesannya sederhana, bahwa pelatihan tidak boleh selesai ketika peserta meninggalkan lokasi. Pertemuan di Barokah Farm justru menjadi awal hubungan. Anggota kelompok dipersilakan kembali berkonsultasi ketika menghadapi persoalan ternak maupun pengembangan usaha.

Di situlah pemberdayaan masyarakat menemukan maknanya. Konservasi tidak hanya berbicara tentang apa yang tidak boleh dilakukan terhadap hutan. Ia juga perlu membantu masyarakat di sekitarnya menemukan pilihan usaha yang dapat tumbuh dan bertahan.

Hari itu tidak ada pohon yang ditanam dan tidak ada patroli memasuki hutan. Yang dibangun adalah keterampilan, jejaring dan peluang ekonomi. Sebab bagi masyarakat yang hidup dekat dengan kawasan, hutan yang tetap terjaga dan dapur yang tetap menyala semestinya tidak harus menjadi dua pilihan yang saling berhadapan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

13 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait