Sebelum Api Datang, Ratusan Meter Jalur di Gunung Sigogor Dibersihkan

Agus Irwanto
Sebelum Api Datang, Ratusan Meter Jalur di Gunung Sigogor Dibersihkan
Petugas bersama masyarakat memelihara sekat bakar di Blok Cengger, bagian timur Cagar Alam Gunung Sigogor yang berbatasan langsung dengan area perkebunan.

Ponorogo -  Pencegahan kebakaran hutan tidak selalu dimulai ketika asap sudah terlihat. Di Blok Cengger, Cagar Alam Gunung Sigogor, petugas justru bekerja sebelum api datang. 

Selama dua hari, 14–15 Oktober 2026, Tim RKW 05 bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Pupus dan Desa Gondowido membersihkan jalur sekat bakar sepanjang sekitar 375 meter. Jalur yang dipelihara berada di antara Pal CA 61 hingga CA 63. Semak, alang-alang, ranting kering, dan material lain yang mudah terbakar dibersihkan untuk mengurangi potensi rambatan api dari luar kawasan.

Blok Cengger merupakan bagian timur CA Gunung Sigogor yang berbatasan langsung dengan area Perkebunan Kandangan. Berdasarkan pemetaan kerawanan lapangan, blok tersebut termasuk area dengan tingkat risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi.

Mengurangi Bahan Bakar, Memutus Rambatan
Lebar jalur yang dibersihkan menyesuaikan kondisi punggungan. Prinsipnya sederhana, semakin sedikit bahan bakar kering yang tersedia, semakin kecil peluang api merambat tanpa hambatan menuju kawasan.

Sekat bakar bukan jaminan mutlak bahwa kebakaran tidak akan terjadi. Namun keberadaannya dapat menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pencegahan dan pengendalian, terutama pada bagian kawasan yang bersinggungan langsung dengan lahan di luar cagar alam.

Keterlibatan MMP dan MPA dari desa sekitar juga menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut. Mereka berada paling dekat dengan kawasan dan dapat menjadi mata pertama ketika muncul tanda-tanda kebakaran.

Pekerjaan selama dua hari itu mungkin hanya menghasilkan jalur bersih sepanjang ratusan meter. Namun pada musim kering, ruang sempit itulah yang dapat menjadi pembeda antara api yang berhenti di luar kawasan dan api yang terus merambat masuk.

Dalam pengendalian kebakaran hutan, keberhasilan terbaik sering kali justru saata api tidak pernah sempat menjadi berita.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

20 views
0 komentar
2 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait