Rusa Bawean, Teriakan Monyet, dan Pertanyaan dari Batas Hutan

Perjumpaan menjelang senja pada Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional menyisakan dugaan menarik mengenai hubungan antara rusa Bawean dan monyet di habitat alaminya.
Gresik - Jingga mulai membentang di ufuk barat ketika tim patroli RKW 09 Gresik Bawean, Balai Besar KSDA Jawa Timur berjalan meninggalkan kawasan konservasi Pulau Bawean, Kamis, 5 November 2026. Jarum jam menunjukkan pukul 17.15 WIB. Dari pepohonan terdengar suara monyet saling bersahutan, memecah suasana menjelang senja.
Di dekat batas kawasan, perjalanan pulang itu menghadirkan perjumpaan yang tidak direncanakan. Seekor Rusa Bawean (Axis kuhlii) terlihat tidak jauh dari jalur yang dilalui petugas.
Pertemuan dengan satwa endemik yang berstatus kritis terancam punah tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi tim, terlebih hari itu bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Namun ada hal lain yang kemudian mengundang perhatian.
Tidak jauh dari lokasi rusa dijumpai, tim menemukan sebuah pohon mangga besar. Di bawahnya berserakan pucuk-pucuk daun muda. Sebelumnya, suara monyet terdengar cukup ramai dari sekitar kawasan tersebut.
Kondisi itu memunculkan dugaan sementara bahwa monyet mungkin sedang memakan pucuk daun mangga dan menjatuhkan sebagian bagiannya ke tanah. Apakah Rusa Bawean kemudian memanfaatkan daun yang terjatuh sebagai sumber pakan?
Petugas tidak menyaksikan langsung monyet menjatuhkan daun ataupun rusa memakannya. Rusa juga tidak ditemukan tepat di bawah pohon mangga. Karena itu, hubungan antara kedua temuan tersebut masih sebatas dugaan berdasarkan kedekatan lokasi dan waktu.
Meski belum dapat disimpulkan, kemungkinan adanya interaksi makan antara primata dan rusa bukan fenomena yang asing dalam kajian ekologi. Penelitian di Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, pernah mendokumentasikan Rusa Timor (Rusa timorensis) yang memanfaatkan daun, bunga, dan buah yang dijatuhkan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) ketika mencari makan di pepohonan.
Hubungan semacam itu dikenal sebagai asosiasi makan antargatun. Apabila rusa memperoleh keuntungan berupa tambahan pakan tanpa memengaruhi primata yang berada di atas pohon, hubungan tersebut berpotensi termasuk komensalisme.
Namun kondisi di Bawean belum tentu sama. Jenis monyet yang terlibat, perilaku makannya, serta respons rusa terhadap sumber pakan perlu diamati secara langsung sebelum dapat ditarik kesimpulan.
Suara monyet yang bersahutan menjelang perjumpaan juga menjadi catatan tersendiri. Belum diketahui apakah vokalisasi itu berkaitan dengan keberadaan rusa, komunikasi antarmonyet, atau justru respons terhadap kehadiran manusia.
Bagi petugas konservasi, pengamatan pada senja itu menambah pertanyaan mengenai hubungan antar jenis satwa di Pulau Bawean. Informasi tentang perilaku makan, pemanfaatan ruang, dan kemungkinan interaksi antar satwa dapat membantu melengkapi pengetahuan ekologis yang selama ini lebih banyak berfokus pada populasi dan kondisi habitat rusa Bawean.
Pengamatan berulang, termasuk melalui kamera jebak dan dokumentasi perilaku secara langsung, diperlukan untuk mengetahui apakah kedua satwa memang memanfaatkan sumber daya yang sama atau memiliki hubungan ekologis tertentu.
Senja itu, tim menyelesaikan patroli dengan membawa catatan yang sebelumnya tidak direncanakan. Rusa Bawean ditemukan di batas kawasan, monyet terdengar bersahutan, dan pucuk-pucuk daun mangga berserakan tidak jauh dari tempat perjumpaan.
Belum ada bukti bahwa ketiganya saling berkaitan. Namun dari peristiwa sederhana tersebut muncul satu pertanyaan yang layak diteliti lebih jauh, apakah monyet dan Rusa Bawean sekadar berbagi ruang, atau ada hubungan makan yang belum terdokumentasikan?
Pada Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, perjumpaan itu menjadi pengingat bahwa masih banyak perilaku satwa liar di hutan Bawean yang perlu dikenali melalui pengamatan lapangan.
Sore telah beranjak, patroli selesai, tetapi satu pertanyaan dari batas hutan masih tertinggal.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



