Lima Kuntul di Sangkapura, Sambutan dari Tepian Bawean

Agus Irwanto
Lima Kuntul di Sangkapura, Sambutan dari Tepian Bawean
Ketika kapal bersandar di Pelabuhan Sangkapura, lima kuntul kecil mencari makan di perairan dangkal. Perjumpaan singkat itu menjadi pengingat bahwa ruang sibuk manusia tetap dapat bersinggungan dengan kehidupan liar.

Gresik - Kapal baru saja bersandar di Pelabuhan Sangkapura ketika lima tubuh putih terlihat di perairan dangkal. Senin, 3 November 2026 pukul 12.33 WIB, lima ekor Kuntul Kecil (Egretta garzetta) teramati berjalan dan sesekali terbang rendah di tepian pelabuhan. Sebagian berdiri mengawasi permukaan air, sementara lainnya berpindah beberapa meter sebelum kembali mencari makan.

Bagi saya yang baru tiba di Pulau Bawean, pemandangan itu seperti salam pembuka. Sederhana, tetapi menarik. 

Sangkapura adalah pintu keluar-masuk utama manusia dan barang di Bawean. Mesin kapal, aktivitas bongkar muat, dan lalu-lalang penumpang menjadi keseharian. Namun hanya beberapa meter dari kesibukan itu, burung air tetap menjalankan ritmenya sendiri.

Kuntul kecil merupakan burung air yang lazim memanfaatkan kawasan pesisir, muara, dataran pasang surut dan perairan dangkal untuk mencari ikan serta organisme air lainnya. Lima individu yang dijumpai siang itu tentu tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi populasi maupun kualitas lingkungan Pelabuhan Sangkapura. 

Perjumpaan tunggal hanyalah satu catatan pada satu waktu. Namun justru catatan kecil seperti ini layak disimpan.

Ia menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati tidak selalu menunggu di hutan yang jauh. Kehidupan liar juga hadir di tepian desa, sawah, muara, bahkan pelabuhan, tempat manusia bergerak setiap hari tanpa selalu menyadari siapa yang hidup berdampingan dengannya.

Tidak perlu mendekat. Tidak perlu membuat mereka terbang untuk mendapatkan gambar yang lebih baik. Cukup mengamati dari jarak yang tidak mengganggu, mencatat, kemudian membiarkan mereka melanjutkan aktivitasnya.

Beberapa saat kemudian penumpang mulai turun dari kapal. Sangkapura kembali sibuk. Dan, lima kuntul itu masih berada di tepian.

Bawean rupanya tidak selalu menyambut orang yang datang dengan kata-kata. Siang itu, lima kuntul kecil di perairan Sangkapura sudah cukup menjadi salam pertama dari pulau.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto

13 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait