Modifikasi Cuaca, Ikhtiar Membasahi Ijen dan Argopuro

Agus Irwanto
Modifikasi Cuaca, Ikhtiar Membasahi Ijen dan Argopuro

Malang - Di saat petugas terus berjibaku menghadapi api dari darat, ikhtiar lain dilakukan ribuan kaki di atas Jawa Timur. Pesawat CASA NC212/A-2104 diterbangkan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan di Jawa Timur, termasuk bentang Ijen dan Argopuro.

Pesawat membawa NaCl sebagai bahan semai hujan. Penyemaian diarahkan pada awan yang memenuhi kondisi sebagai awan target, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan arah angin.

Pada penerbangan berikutnya, Minggu, 6 September 2026, CASA A-2104 kembali lepas landas dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Malang. Area operasi mencakup wilayah Lumajang, Jember hingga Banyuwangi pada ketinggian sekitar 7.000–10.000 kaki, kembali membawa bahan semai. 

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Ir. Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. menegaskan bahwa menghadapi kebakaran pada bentang pegunungan dengan medan sulit membutuhkan kerja bersama dan berbagai pendekatan.

"Tidak ada satu cara yang dapat bekerja sendiri menghadapi kebakaran seperti ini. Tim darat terus bergerak, dukungan udara kita optimalkan, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca. Semua ikhtiar kita lakukan dengan satu tujuan untuk mengendalikan api, menjaga keselamatan personel, dan melindungi kawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi tetap harus berjalan bersama kerja manusia di lapangan.

"Teknologi membantu kita menjangkau keterbatasan, tetapi orang-orang di lapangan tetap menjadi kekuatan utama. Karena itu setiap langkah harus terukur, berbasis kondisi aktual, dan keselamatan personel tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Darat dan Langit Bekerja Bersama
OMC tidak berdiri sendiri. Kementerian Kehutanan bersama BMKG menjalankannya sebagai bagian dari operasi terpadu pengendalian karhutla di Jawa Timur berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, dan perkembangan kebakaran. 

Di Ijen, pemadaman darat tetap berlangsung dan diperkuat dengan water bombing. Di Argopuro, personel terus bergerak menghadapi perkembangan api sekaligus membangun pertahanan kawasan.

OMC bekerja dari sisi lain, memanfaatkan awan yang memenuhi kondisi untuk penyemaian sehingga peluang presipitasi dapat dioptimalkan pada wilayah sasaran. Karena itu, keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan perlu dievaluasi berdasarkan hasil operasi.

Di tengah musim kering, darat dan langit akhirnya menjadi satu ruang perjuangan. Petugas berjalan mendekati api, helikopter membawa air, sementara CASA menembus awan membawa bahan semai.

Cara mereka berbeda, tetapi tujuannya sama, memberi Ijen dan Argopuro kesempatan untuk kembali bernapas tanpa api. 

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Posko Dalkarhut - BBKSDA Jawa Timur

85 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait