Kembali Penyelamatan Trenggiling, Kali Ini di Banyuwangi

Agus Irwanto
Kembali Penyelamatan Trenggiling, Kali Ini di Banyuwangi

Banyuwangi - Masih hangat kisah seekor Trenggiling (Manis javanica) yang ditemukan menyeberang jalan untuk menyelamatkan diri dari pembakaran lahan bekas panen tebu di Blitar. Dari bentang alam yang berbeda, kabar tentang mamalia bersisik ini kembali datang. Kali ini dari Genteng, Banyuwangi.

Jumat (14/8), Tim Matawali - Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi menerima penyerahan satu individu Trenggiling dalam kondisi hidup dari Ocky Heru Prasetyo, Kanit Reskrim Polsek Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Usai proses penyerahan, Trenggiling tersebut dibawa dari Mapolsek Genteng menuju kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jenis kelamin satwa belum diketahui.

Peristiwa di Banyuwangi menjadi catatan berikutnya setelah Matawali - Balai Besar KSDA Jawa Timur menangani Trenggiling di Blitar. Dua individu dari bentang alam berbeda, dengan cerita penyelamatan yang berbeda pula. Namun keduanya mengingatkan satu hal, bahwa satwa liar hidup tidak jauh dari ruang yang juga digunakan manusia.

Trenggiling merupakan salah satu mamalia unik Indonesia. Sisik keras yang menjadi pertahanan alaminya justru membuat satwa ini menghadapi ancaman perburuan dan perdagangan ilegal. Karena itu, setiap individu yang berhasil diselamatkan memiliki arti penting bagi upaya mempertahankan keberadaannya di alam.

Penyerahan oleh jajaran Polsek Genteng juga menunjukkan bahwa perlindungan satwa liar bukan pekerjaan satu institusi saja. Namun, kepedulian masyarakat, aparat penegak hukum, dan petugas konservasi menjadi mata rantai penting agar satwa yang ditemukan dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Kini, perjalanan Trenggiling dari Genteng memasuki babak berikutnya. Kondisinya akan menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Dari Blitar hingga Banyuwangi, ceritanya mungkin berbeda. Namun pesannya tetap sama: ketika manusia memilih peduli, selalu ada kesempatan bagi satwa liar untuk kembali kepada alam.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember

33 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait