Kasur Ijo di Tengah Bara

Gresik - Malam itu mereka tidak sedang berkemah. Api yang menyala di Blok Teneden, Suaka Margasatwa Pulau Bawean, semak kering terbakar, tunggak masih merah, dan cahaya senter bergerak ke sana kemari di antara pepohonan. Petugas RKW 09 Gresik–Bawean, MMP, KPH Bawean Lestari, dan mahasiswa UINSA sedang berpacu dengan waktu.
Ada yang memegang jet shooter, ada yang menjaga sekat, ada yang mencari bara di kayu lapuk, dan ada pula yang sesekali saling teriak memastikan temannya masih terlihat di tengah gelap. Tegang, tentu saja.
Tapi manusia punya cara sendiri untuk bertahan dari tegang terlalu lama bercandanya. Saat api mulai terkendali dan tubuh sudah benar-benar habis, seseorang membentangkan daun pisang di tanah.
Lalu satu per satu rebah. Tak ada matras, tak ada tenda, dan tak ada yang protes soal fasilitas. Dokumentasi mereka malah mendapat komentar: “pose kedinginan”, “cosplay pepes”, sampai “kasur ijo”.
Terbahak sebentar. Lalu tidur lagi.
Mungkin itu bagian yang tak pernah masuk ke laporan resmi: setelah berjam-jam berhadapan dengan api, manusia masih sempat menertawakan dirinya sendiri. Sepatu tetap menempel, tas menjadi bantal, dan daun pisang jadi alas. Ada yang meringkuk, ada yang telentang, serta ada yang seolah roboh di tempat.
Saat pagi mulai menyingsing, dan “hotel daun pisang” itupun bubar sendiri. Bangun kembali untuk menyisir tunggak yang ada. Memastikan bara benar-benar mati.
Begitulah suka-duka pemadaman di Bawean. Ada malam yang tegang ketika api masih mengejar semak. Ada dini hari ketika bara tetap menyala. Dan ada tubuh yang lelah, mata yang berat, serta kaki yang rasanya enggan diajak berjalan lagi.
Tapi ada juga gurauan kecil yang membuat semua itu terasa lebih ringan.
Di Bawean, kadang yang membuat orang bertahan bukan cuma alat pemadam. Bisa juga selembar daun pisang, sedikit tidur, dan teman yang masih sempat bilang: “geser dikit, kasur ijonya sempit.”
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



