Kaloykoy Mulai Memangsa, Ular Tambang Jadi Santapan Pertama

Agus Irwanto
Kaloykoy Mulai Memangsa, Ular Tambang Jadi Santapan Pertama
Beberapa hari lalu ia ditemukan tak mampu terbang di kandang ayam. Kini, dari kandang transit RKW 09 Gresik–Bawean, naluri liarnya mulai berbicara.

Bawean - Pintu kandang transit memang belum terbuka. Sayapnya pun belum saatnya dipastikan kembali ke langit. Namun pada Minggu, 4 Oktober 2026, ada kabar baik dari Kaloykoy asal Gunung Durin.

Setelah beberapa hari menjalani observasi di Pos RKW 09 Gresik–Bawean, Elang Ular Bawean (Spilornis cheela baweanus) itu akhirnya mau memangsa pakan alami yang disediakan petugas. Menunya bukan daging potong, tetapi seekor ular tambang (Dendrelaphis pictus) menjadi santapan pertamanya.

Peristiwa sederhana itu menjadi perkembangan penting dalam rangkaian penyelamatan Kaloykoy yang dimulai pada 26 September 2026. Saat itu, warga Dusun Gunung Durin, Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, menemukannya berada di dalam kandang ayam dan tidak mampu terbang. 

Dugaan awal, burung pemangsa tersebut masuk ketika hendak memburu anak ayam sebelum mengalami benturan atau terkena jaring. Pemeriksaan awal tidak menemukan luka terbuka maupun tanda cedera berat, tetapi ketidakmampuannya terbang membuat petugas memilih melakukan observasi terlebih dahulu.

Naluri yang Mulai Berbicara
Beberapa hari pertama di kandang transit menjadi masa pengamatan. Petugas tidak hanya menunggu Kaloykoy makan. Sebagai burung pemangsa, respons terhadap pakan alami menjadi salah satu perilaku yang menarik untuk diamati selama masa penanganan.

Ketika ular tambang diberikan, respons itu akhirnya muncul. Kaloykoy menangkap dan memangsa ular tersebut.

Bagi seekor raptor yang diharapkan suatu hari kembali ke alam, kemauan memangsa pakan alami merupakan perkembangan yang menggembirakan. Namun satu keberhasilan itu belum cukup menjadi dasar untuk menyatakan satwa siap dilepasliarkan.

Kemampuan terbang, keseimbangan, respons terhadap lingkungan serta kondisi fisiknya tetap perlu dipastikan. Sebab di alam, mau makan membuatnya bertahan hari ini. Mampu terbang dan berburulah yang akan membantunya bertahan setelah kembali liar.

Dari Kandang Ayam ke Ular
Ada ironi kecil dalam perjalanan Kaloykoy ini. Beberapa hari lalu ia ditemukan di kandang ayam, diduga ketika naluri berburunya membawanya terlalu dekat dengan ruang hidup manusia.

Kini, di kandang transit, naluri yang sama justru menjadi kabar yang ditunggu petugas. Bedanya, kali ini bukan ayam warga yang menjadi sasaran. Ular tambang menjadi mangsanya.

Perkembangan tersebut belum menjadi akhir dari proses penyelamatan. Petugas masih perlu memastikan kondisi Kaloykoy benar-benar memungkinkan sebelum mengambil keputusan berikutnya.

Berita sebelumnya ditutup dengan sebuah harapan, semoga berikutnya yang terbuka adalah sayapnya. Harapan itu belum perlu dipercepat. Untuk sekarang, satu kabar kecil sudah cukup membuat lega.

Kaloykoy sudah mau makan seperti Kaloykoy. Berikutnya, semoga ia kembali terbang seperti Kaloykoy.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto

19 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait