Kaloykoy Muda dari Gunung Besar, Bonus Tak Terduga di Tengah Patroli Api

Gresik, 23 September 2026. Patroli hari itu tidak sedang mencari elang. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean bersama MMP Bawean Lestari bergerak menyusuri Blok Gunung Besar untuk pencegahan kebakaran hutan (14/09/2026). Namun di tengah jalur yang terjal, perhatian Tifan Nur Rizal justru tertahan pada tajuk.
Seekor Elang-ular Bawean (Spilornis cheela baweanus) bertengger di antara dedaunan. Bulu mudanya masih kentara. Beberapa saat kemudian, raptor yang oleh masyarakat Bawean dikenal sebagai Kaloykoy itu terlihat mengepak dan melayang di atas Gunung Besar.
Sebuah bonus yang tidak direncanakan.
“Di area ini kami cukup sering menjumpai elang, baik saat soaring, bertengger maupun dari suaranya. Tantangannya justru medan. Jalurnya ekstrem, terjal, dan perbukitannya curam,” kata Tifan, anggota MMP Bawean Lestari.
Menurut Tifan, medan sulit tidak mengurangi daya tarik Gunung Besar. Dalam patroli karhut maupun Smart Patrol, tim berulang kali menjumpai beragam satwa yang memanfaatkan koridor tersebut.
Selain Kaloykoy, catatan lapangan antara lain merekam Pergam Hijau, Punai Gading, Tiong Emas, Raja-Udang Punggung-Merah, Merbah Belukar, Pelanduk Asia, Burung-Madu Sriganti, sejumlah jenis Katak, Ular Siput, Biawak Air, Monyet Ekor Panjang hingga Kalong buah besar.
Hutan suksesi di Gunung Besar, bagi tim, bukan sekadar tutupan vegetasi. Di sanalah burung pemangsa terbang, burung pemakan buah berpindah, reptil bersembunyi, dan mamalia memanfaatkan ruang hidupnya.
Perjumpaan dengan Kaloykoy muda menjadi lebih menarik karena tim dapat mengamati keberadaannya dari waktu ke waktu.
“Kami bahagia bisa melihat langsung keberlangsungan dan tahapan tumbuh kembang individu tersebut. Walaupun sampai sekarang belum menemukan sarang raptor, itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus melakukan pemantauan keberadaan dan observasi secara bertahap di setiap wilayah jelajah patroli,” tambah Tifan.
Temuan juvenil tentu belum cukup untuk menyimpulkan kondisi populasi, keberhasilan reproduksi, lokasi sarang ataupun luas wilayah jelajah Kaloykoy. Namun setiap perjumpaan adalah potongan informasi yang berharga, terutama bila terus dicatat secara konsisten.
Di situlah patroli kebakaran menemukan makna lain. Di bawah tajuk, petugas membaca tanda-tanda api. Di atas mereka, seekor elang muda sedang belajar mengenali dunianya.
Keduanya dipertemukan oleh satu hal, habitat.
Menjaga hutan dari kebakaran berarti menjaga lebih dari pohon. Ia menjaga tempat bertengger, sumber pakan, jalur pergerakan, dan ruang tempat satwa tumbuh.
Hari itu, Gunung Besar memberikan hadiah kecil kepada para penjaganya. Kaloykoy muda masih terbang di langit Bawean. Sarangnya memang belum ditemukan, tetapi ceritanya belum selesai.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Foto: Tifan Nur Rizal
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



