Jejak Satwa dan Bekas Api di Gunung Abang

Agus Irwanto
Jejak Satwa dan Bekas Api di Gunung Abang
Smart Patrol selama lima hari di Cagar Alam Gunung Abang merekam tanda-tanda satwa liar, bekas kebakaran, serta tekanan tumbuhan invasif.

Pasuruan - Hutan tidak selalu menunjukkan penghuninya secara langsung. Selama Smart Patrol di Cagar Alam Gunung Abang, Pasuruan, 13–17 Oktober 2026, petugas bersama Masyarakat Mitra Polhut Ajege Alas menjumpai empat sarang Landak Jawa (Hystrix javanica), bulu Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goiavier), serta perjumpaan singkat dengan Ayam Hutan yang belum dapat dipastikan hingga tingkat jenis.

Sekitar 50 hektar kawasan terpantau selama lima hari patroli. Di Blok Watu Salang dan sekitar salah satu pal batas, tim juga menemukan dua lokasi bekas kebakaran. Belum diketahui kapan kebakaran terjadi maupun penyebabnya sehingga titik tersebut akan menjadi bagian dari pemantauan berikutnya.

Vegetasi kawasan masih ditumbuhi Kepuh, Lo, Kesambi, Bendo, dan Sempu. Namun patroli juga mencatat banyaknya Paitan dan Kirinyuh, tumbuhan invasif yang perlu dipetakan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar ruang yang telah dikuasainya.

Patroli turut merekam satu fitur air terjun di dalam bentang Gunung Abang. Lokasinya dicatat untuk kebutuhan pengelolaan tanpa perlu dipublikasikan secara rinci. Temuan-temuan lapangan selanjutnya akan diolah sebagai data spasial dan bahan evaluasi pengamanan kawasan.

Smart Patrol kali ini memang tidak menghasilkan satu penemuan spektakuler. Namun, justru dari tanda-tanda kecil itulah kondisi hutan dibaca.

Ada sarang yang menunjukkan kehidupan, bekas api yang menyimpan peringatan, dan tumbuhan invasif yang perlahan mengambil ruang. Hutan memberi tanda. Tugas kita adalah membacanya sebelum terlambat.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember

22 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait