Hutan Masuk Kelas di Dadapan

Ngawi - Jumat pagi ruang kelas SDN Dadapan 1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, kedatangan tamu-tamu yang tak biasa. Mereka bercerita tentang hutan, satwa liar, dan ancaman api.
Tim Bidang KSDA Wilayah I Madiun bersama Seksi Konservasi Wilayah II menggelar Visit to School atau Rimbawan Mengajar, 4 Septembe 2026. Ada sekitar 40 siswa dari kelas V dan VI yang mengikuti kegiatan tersebut.
Materinya tidak jauh dari kehidupan mereka, seperti dasar-dasar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, pengenalan tumbuhan dan satwa liar, serta pencegahan kebakaran hutan.
Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Pertanyaan bermunculan saat sesi diskusi dibuka. Dari ruang kelas sederhana itu, konservasi tak lagi terdengar sebagai istilah yang jauh. Ia hadir melalui cerita tentang mengapa satwa tidak boleh sembarangan ditangkap, mengapa tumbuhan harus dijaga, dan mengapa api dapat menjadi ancaman serius bagi hutan.
Bagi Balai Besar KSDA Jawa Timur, pendidikan konservasi sejak dini merupakan investasi panjang. Sebab menjaga alam tidak cukup hanya dengan patroli, penyelamatan satwa, atau pemadaman kebakaran. Namun juga dari menanam kesadaran sejak dini.
Hari itu, para rimbawan memang hanya beberapa jam berada di ruang kelas. Tetapi pesan yang mereka tinggalkan diharapkan jauh lebih lama, hutan masa depan akan ditentukan oleh cara anak-anak hari ini belajar menghargainya.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



