Empat Jalak Tak Datang, Nama BKSDA Malah Dicatut

Agus Irwanto
Empat Jalak Tak Datang, Nama BKSDA Malah Dicatut

Surabaya - Empat ekor Jalak Kebo (Acridotheres javanicus) yang dibeli seorang warga (sebut saja Albert, bukan nama sebenarnya) tak kunjung sampai ke Banjarnegara, Jawa Tengah. Yang datang justru pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai petugas “BKSDA Probolinggo”.

Isinya membuat waswas. Burung disebut telah ditahan. Albert diminta menyiapkan dana sekitar 2,5 juta rupiah untuk pengurusan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN).

Pesan itu dilengkapi foto penanganan satwa, dokumen yang disebut sebagai bukti penahanan, hingga ancaman denda dan pidana apabila pembayaran tidak dilakukan dalam waktu 24 jam. Uang yang ditransfer dijanjikan akan dikembalikan setelah dokumen selesai.

Albert memilih tidak tergesa-gesa.

Ia mencari kontak resmi BBKSDA Jawa Timur dan menghubungi Call Center pada Sabtu, 12 September 2026. Disinilah ceritanya berubah.

BBKSDA Jawa Timur memastikan pesan tersebut bukan berasal dari petugas. Penelusuran kemudian dilakukan dengan menghubungi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur. Hasil konfirmasi sementara juga tidak ditemukan laporan penahanan satwa sebagaimana waktu dan lokasi yang disebutkan dalam pesan tersebut.

Dengan demikian, informasi yang diterima Albert patut diduga sebagai modus penipuan dengan mencatut nama instansi pemerintah.

Modusnya sederhana, membuat calon korban panik, memberi tenggat pendek, menggunakan istilah resmi, lalu meminta transfer uang.

Albert nyaris menjadi korban berikutnya. Transaksi pembelian burung telah dibayar, sementara keberadaan empat Jalak Kebo tersebut hingga laporan diterima masih belum jelas.

Jangan Panik, Jangan Langsung Transfer!
BBKSDA Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila menerima telepon atau pesan dari pihak yang mengatasnamakan BKSDA, terlebih jika disertai permintaan transfer uang, penggunaan rekening pribadi, ancaman hukum, atau tekanan agar pembayaran segera dilakukan.

Masyarakat sebaiknya menghentikan transaksi sementara, menyimpan bukti percakapan dan nomor pengirim, serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BBKSDA Jawa Timur atau instansi terkait.

Nama institusi, foto petugas, seragam, stempel, ataupun dokumen yang dikirim melalui WhatsApp bukan jaminan bahwa pengirimnya benar-benar petugas.

Kalau ragu, jangan bayar. Konfirmasi lebih dulu.

Sebab dalam penipuan semacam ini, kepanikan sering menjadi pintu masuk dan satu kali transfer bisa menjadi pintu yang sulit ditutup kembali.

Penulis : Faiza Nur Ainiyah & Fajar Dwi Nur Aji 
Editor Agus Irwanto

53 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait