Dua Laporan Warga, Dua Satwa Dievakuasi di Gresik

Agus Irwanto
Dua Laporan Warga, Dua Satwa Dievakuasi di Gresik
Seekor Monyet Ekor Panjang dan seekor Kucing Kuwuk dievakuasi dari dua kecamatan berbeda di Gresik. Salah satunya ditemukan dalam kondisi terluka.

Gresik - Dua laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center BBKSDA Jawa Timur membawa petugas ke dua lokasi berbeda di Kabupaten Gresik, Rabu, 21 Oktober 2026.

Hasilnya, dua satwa liar berhasil dievakuasi, seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dari Kecamatan Menganti dan seekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) dari Kecamatan Benjeng.

Kondisi keduanya berbeda. Monyet ekor panjang diserahkan oleh Sening, warga Desa Bonteng, Kecamatan Menganti. Saat diterima petugas, satwa berada dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Joventa Arbella, warga Desa Prambon, Kecamatan Benjeng, menyerahkan seekor Kucing Kuwuk yang ditemukan dalam kondisi terluka.

Belum ada keterangan dalam laporan mengenai penyebab luka maupun bagaimana kedua satwa tersebut sebelumnya berada di tangan warga. Karena itu, asal-usul dan kronologi sebelum penyerahan tidak dapat disimpulkan lebih jauh.

Dari Telepon ke Penanganan
Tim Matawali - Bidang KSDA Wilayah II Gresik yang terdiri atas Zaenal Syaifulloh, Rudi Harsono, dan Budi Al Kafif kemudian membawa kedua satwa ke Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jawa Timur. Di lokasi transit ini, kondisi satwa akan ditangani dan dievaluasi sebelum ditentukan langkah berikutnya.

Kucing Kuwuk merupakan satwa liar yang berstatus dilindungi di Indonesia. Sementara Monyet Ekor Panjang tidak termasuk dalam daftar jenis yang dilindungi. 

Perbedaan status tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk menangani keduanya secara tepat, terutama ketika satwa berada dekat dengan kehidupan manusia atau membutuhkan pertolongan. Peristiwa ini juga memperlihatkan pentingnya keputusan sederhana dari masyarakat untuk melapor, bukan mengambil tindakan sendiri.

Bagi Tim Matawali, laporan semacam itu memberi kesempatan untuk memastikan satwa mendapatkan penanganan yang sesuai. Bagi satwa, satu panggilan dapat menjadi pembeda antara tetap berada dalam situasi yang tidak pasti atau masuk ke jalur penyelamatan.

Cerita keduanya berbeda, tetapi bermula dari tindakan yang sama, warga memilih melapor. Dalam penyelamatan satwa liar, kadang keputusan paling penting memang dimulai dari sebuah telepon.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

22 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait