Dua Kucing Kuwuk, Cerita yang Belum Usai

Banyuwangi - Dua tubuh kecil bercorak tutul itu kini berada di balik jeruji kandang transit. Rabu, 2 September 2026, dua individu Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) diserahkan secara sukarela oleh seorang warga Kelurahan Panderejo, Kabupaten Banyuwangi, kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Tim Matawali - Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi menerima keduanya dalam keadaan hidup. Secara fisik, dua kuwuk dengan ukuran tubuh relatif kecil dan corak khas yang masih terlihat jelas. Namun kondisi visual saja tentu belum cukup untuk menentukan cerita berikutnya. Jenis kelamin, kondisi kesehatan, perilaku, dan informasi lain yang diperlukan masih perlu dicermati sebelum menentukan penanganan selanjutnya.
Kandang transit hanyalah persinggahan. Cerita belum usai. Kucing kuwuk memang dapat mengecoh mata orang awam. Ukuran tubuhnya tak jauh berbeda dengan kucing domestik, terlebih ketika masih berukuran kecil. Namun corak tutul pada tubuh serta garis gelap di bagian kepala dan wajah menjadi beberapa ciri yang mudah dikenali.
Di balik penampilannya yang menggemaskan, kuwuk tetaplah satwa liar. Bukan kucing rumahan yang kebetulan hidup di hutan. Naluri dan perilakunya dibentuk untuk bertahan di alam.
Karena itulah keputusan menyerahkan satwa kepada petugas menjadi bagian penting dari cerita ini. Bukan sekadar memindahkan dua satwa dari tangan manusia ke kandang transit, tetapi memberikan kesempatan agar keduanya mendapatkan penanganan yang sesuai.
Tahap berikutnya membutuhkan kehati-hatian. Kondisi kesehatan dan perilaku satwa perlu menjadi pertimbangan sebelum keputusan lebih lanjut diambil. Jika kelak dinilai memenuhi persyaratan untuk kembali ke habitat, prosesnya pun harus mempertimbangkan kesesuaian lokasi dan peluang satwa untuk bertahan hidup.
Sebab pelepasliaran bukan perlombaan untuk secepat mungkin membuka pintu kandang. Dua kucing kuwuk itu kini masih menunggu di Banyuwangi. Dari mana persisnya mereka berasal dan ke mana perjalanan berikutnya akan membawa mereka, bahan laporan yang tersedia belum memberikan jawabannya.
Dan mungkin justru di situlah pesan terpentingnya. Ketika satwa liar ditemukan berada dalam penguasaan manusia, kita masih mempunyai pilihan, mempertahankannya untuk kesenangan sendiri, atau memberikan kesempatan kepada satwa itu untuk mendapatkan penanganan yang semestinya.
Untuk dua Kucing Kuwuk dari Banyuwangi ini, pilihan kedua telah dibuat. Mereka telah diserahkan. Mereka telah ditangani. Namun tentang kembali menjadi liar, cerita itu belum usai.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



