Dua Hari, Tiga Trenggiling Ditemukan Warga di Blitar dan Trenggalek

Agus Irwanto
Dua Hari, Tiga Trenggiling Ditemukan Warga di Blitar dan Trenggalek
Ada yang terjebak di kolam kosong, ada yang bersembunyi di bawah kursi teras rumah. Tiga trenggiling yang ditemukan dalam rentang 16–17 Oktober akhirnya kembali ke alam.

Trenggalek - Seekor Trenggiling ditemukan lemas di dasar kolam kosong. Individu lainnya diam di bawah kursi teras rumah. Sehari kemudian, satu lagi ditemukan warga di Trenggalek.

Dalam dua hari, tiga Trenggiling (Manis javanica) ditemukan masyarakat di Blitar dan Trenggalek. Ketiganya kemudian dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke alam.

Perjumpaan pertama terjadi di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Laporan diterima Tim Matawali – Resort KSDA Wilayah (RKW) 02 Blitar pada 15 Oktober 2026, setelah seekor Trenggiling ditemukan terjebak lemas di dasar kolam kosong. 

Warga membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan. Setelah kondisinya terlihat sehat, satwa dilepasliarkan pada 16 Oktober di BKPH Wlingi, KPH Blitar.

Dari Teras Rumah hingga Ditolong Mahasiswa
Pada hari yang sama, seekor Trenggiling ditemukan di bawah kursi teras rumah warga Desa Karanggandu, Kabupaten Trenggalek. Pemilik rumah mengamankannya sebelum petugas melakukan evakuasi dan penanganan sementara.

Laporan ketiga datang pada 17 Oktober 2026. Seekor Trenggiling ditemukan warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, dan sempat dirawat sementara oleh Mapala Dewantara - STKIP PGRI Trenggalek.

Kedua trenggiling tersebut kemudian dilepasliarkan di Hutan Kota Trenggalek sekitar pukul 22.30 WIB. Keduanya dalam kondisi sehat dan aktif.

Rangkaian penyelamatan tersebut melibatkan masyarakat, petugas konservasi, dokter hewan, Perum Perhutani, hingga mahasiswa pecinta alam. Tiga perjumpaan dalam waktu berdekatan memang menarik, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan adanya peningkatan populasi, perubahan pola pergerakan, ataupun perubahan habitat trenggiling.

Yang lebih jelas justru respons manusianya. Ketika satwa liar muncul di kolam dan teras rumah, warga memilih melapor dan memberi kesempatan satwa kembali ke alam.

Dalam dua hari, tiga trenggiling sempat bersinggungan dengan kehidupan manusia. Akhir terbaiknya, ketiganya kembali liar.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

30 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait