Drone Menangkap Asap, Tim Padamkan Kebakaran di TWA. Gunung Baung

Sekitar setengah hektar kawasan terdampak. Serasah dan tegakan bambu membuat api cepat membesar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Pasuruan - Kepulan asap pertama kali terlihat dari udara. Saat melaksanakan Smart Patrol di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung, Kamis, 22 Oktober 2026, tim memantau kawasan menggunakan drone dan melihat indikasi kebakaran di dalam kawasan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, laporan masyarakat mengenai kebakaran juga diterima. Tim RKW 16 Pasuruan bersama Masyarakat Mitra Polhut dan Masyarakat Peduli Api kemudian bergerak menuju titik api.
Di lokasi, api membakar serasah dan tegakan bambu. Material kering tersebut membuat api cepat membesar sehingga tim segera membuat ilaran untuk memutus rambatan.
Pemadaman berhasil dilakukan dan dilanjutkan dengan mop up untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat kembali menyala. Hasil pengecekan lapangan memperkirakan luas areal TWA Gunung Baung yang terdampak kebakaran sekitar 0,50 hektar.
Belum terdapat informasi dalam laporan yang cukup untuk memastikan penyebab kebakaran. Karena itu, penanganan saat ini berfokus pada pemadaman, pengamanan lokasi, dan pencegahan penyalaan kembali.
Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana pemantauan udara dapat membantu mempercepat deteksi kebakaran, terutama ketika asap belum mudah terlihat dari jalur darat.
Namun teknologi bukan satu-satunya mata di lapangan. Laporan masyarakat yang masuk pada hari yang sama menjadi bagian penting dari respons cepat tersebut.
Di Gunung Baung, asap terlihat lebih dulu dari udara. Tetapi api berhenti karena teknologi, petugas, dan masyarakat bergerak pada waktu yang sama.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



