Ditemukan Lemah di Belakang Rumah, Kasturi Kepala-Hitam Diserahkan Warga Madiun

Agus Irwanto
Ditemukan Lemah di Belakang Rumah, Kasturi Kepala-Hitam Diserahkan Warga Madiun

Dua hari dirawat warga hingga kondisinya membaik, seekor kasturi kepala-hitam akhirnya diserahkan kepada petugas konservasi untuk penanganan lebih lanjut.

Madiun - Aditya Andre menemukan seekor burung tergeletak lemah di belakang rumahnya di Kabupaten Madiun, Minggu, 25 Oktober 2026. Burung itu kemudian diketahui sebagai Kasturi kepala-hitam (Lorius Lory), satwa liar yang dilindungi.

Alih-alih mempertahankannya sebagai peliharaan, Aditya memilih merawat sementara burung tersebut sampai kondisinya membaik. Dua hari kemudian, Selasa, 27 Oktober 2026, satwa diserahkan kepada Tim Matawali - Bidang KSDA Wilayah I Madiun.

Kasturi tersebut selanjutnya ditempatkan di kandang transit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sebelum ditentukan langkah berikutnya.

Belum diketahui dari mana burung tersebut berasal maupun bagaimana akhirnya berada di belakang rumah warga. Karena itu, kemunculannya tidak dapat langsung dikaitkan dengan pelepasan, pelarian dari pemeliharaan, ataupun aktivitas tertentu tanpa informasi tambahan.

Peristiwa ini memperlihatkan satu pilihan sederhana yang penting dalam penyelamatan satwa liar, menemukan tidak berarti memiliki.

Dalam kondisi darurat, tindakan warga untuk mengamankan satwa sementara dapat membantu mencegah kondisi memburuk. Namun penanganan selanjutnya tetap perlu dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kapasitas teknis, terutama untuk satwa dilindungi.

Keputusan Aditya menyerahkan kasturi setelah kondisinya membaik menjadi bentuk partisipasi masyarakat yang penting dalam konservasi satwa liar.

Kini pekerjaan berikutnya berada di tangan petugas, memastikan kondisi kesehatan satwa, menilai perilakunya, dan menentukan penanganan yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan. Bagi kasturi itu, dua hari di rumah warga seharusnya memang hanya menjadi persinggahan.

Sebab pertolongan terbaik kepada satwa liar bukan membuatnya tinggal lebih lama bersama manusia, melainkan memberi kesempatan agar suatu hari ia dapat kembali hidup sebagaimana mestinya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

16 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait