Di Ketapang, Sanca Bodo Menemukan Manusia yang Memilih Peduli

Banyuwangi - Pertemuan manusia dengan ular berukuran besar tak selalu harus berakhir dengan ketakutan atau kematian. Di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, seekor Sanca Bodo (Python bivittatus) justru bertemu dengan manusia yang memilih peduli.
Selasa (11/8/2026), Moh. Yanto, warga Desa Ketapang, menyerahkan satu individu Sanca Bodo dalam kondisi hidup kepada Tim Matawali - Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi.
Pilihan sederhana itu memiliki arti penting. Alih-alih memelihara, menyakiti, atau mengambil tindakan yang dapat membahayakan satwa, sanca tersebut diserahkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan yang semestinya.
Tim Matawali kemudian membawa satwa dari Desa Ketapang menuju kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi. Jenis kelamin sanca belum diketahui dan selanjutnya akan dilakukan penanganan sesuai kondisi satwa.
Sanca bodo merupakan bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Sebagai predator, keberadaannya memiliki peran dalam rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Namun ketika ruang hidup satwa bersinggungan dengan aktivitas manusia, perjumpaan seperti ini dapat terjadi.
Di titik itulah konservasi tidak selalu berbicara tentang hutan yang jauh atau operasi penyelamatan berskala besar. Terkadang, konservasi hadir melalui keputusan seseorang saat berhadapan langsung dengan satwa liar.
Apa yang dilakukan Moh. Yanto di Ketapang menjadi contoh kecil tentang bagaimana manusia dapat mengambil pilihan berbeda, tidak menguasai, tidak menyakiti, tetapi memberi kesempatan kehidupan liar untuk tetap hidup.
Sebab hidup berdampingan dengan satwa liar bukan berarti tanpa perjumpaan. Yang menentukan adalah bagaimana manusia memilih bersikap ketika perjumpaan itu terjadi.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



