Dari Instagram ke Evakuasi, Monyet Ekor Panjang Bertahun-tahun Dipelihara Akhirnya Diserahkan

Bertahun-tahun hidup di dalam kandang, seekor Monyet Ekor Panjang dewasa di Kediri akhirnya dievakuasi setelah pemilik merasa tak lagi mampu merawatnya. Informasi tentang BBKSDA Jawa Timur ditemukan keluarganya melalui Instagram.
Kediri - Sebuah pencarian sederhana di media sosial berujung pada penyelamatan satwa liar. Sabtu, 31 Oktober 2026, Tim Matawali - Seksi KSDA Wilayah I Kediri mengevakuasi seekor Monyet Ekor Panjang jantan dewasa dari rumah warga di Kota Kediri.
Satwa tersebut dipelihara sejak kecil setelah diberikan oleh seorang teman kepada pemiliknya, Rinekso. Bertahun-tahun kemudian, monyet itu tumbuh dewasa dan menunjukkan perilaku agresif. Pemilik yang semakin lanjut usia merasa tidak lagi mampu menangani satwa tersebut, terlebih setelah sempat mengalami gigitan pada tangan.
Jalan menuju evakuasi justru terbuka dari Bali. Kristina, anak pemilik yang berada di Bali, mencari informasi melalui media sosial dan menemukan akun Instagram BBKSDA Jawa Timur. Dari komunikasi tersebut, keluarga kemudian terhubung dengan Tim Matawali di Kediri.
Petugas selanjutnya mendatangi lokasi dan mengevakuasi satwa dari kandang besi permanen. Proses berjalan lancar dan Monyet Ekor Panjang kemudian dibawa ke kandang transit Seksi KSDA Wilayah I Kediri.
Dipelihara Lama, Tidak Bisa Langsung Dilepas
Evakuasi bukan berarti satwa dapat segera dikembalikan ke alam. Riwayat hidup bertahun-tahun bersama manusia perlu menjadi pertimbangan penting. Kondisi kesehatan, perilaku, tingkat ketergantungan terhadap manusia, kemampuan mencari pakan, serta respons terhadap lingkungan alami perlu dinilai terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan berikutnya.
Satwa yang terlihat agresif di kandang juga tidak otomatis berarti telah siap hidup liar. Justru semakin panjang masa pemeliharaan, semakin hati-hati pula proses untuk menilai apakah pelepasliaran memungkinkan dan bagaimana tahapan rehabilitasinya harus dilakukan.
Kasus di Kediri juga memperlihatkan sisi lain dari komunikasi konservasi. Media sosial yang selama ini lebih sering menjadi ruang berbagi foto dan video, dalam kasus ini menjadi pintu masuk laporan masyarakat dan mempertemukan keluarga dengan petugas yang dapat menangani satwa secara tepat.
Kadang penyelamatan satwa tidak dimulai dari hutan, tetapi dari satu pencarian di layar telepon dan keputusan untuk menyerahkan satwa sebelum keadaan menjadi lebih berbahaya bagi manusia maupun satwanya sendiri. (dna)
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



