Bukan Habitatnya, Kasturi Kepala Hitam Ditemukan Berkeliaran di Kawasan Pabrik Gresik

Seekor kasturi kepala hitam muncul di antara aktivitas kawasan industri Gresik. Lapar, mendekati pisang yang disodorkan pekerja, lalu berakhir dalam penanganan Tim Matawali - BBKSDA Jawa Timur
Gresik - Bukan tajuk hutan yang menjadi tempat perjumpaannya, seekor Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) justru ditemukan berkeliaran di sekitar sebuah pabrik di Jalan Veteran, Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat sore, 25 September 2026.
Burung berwarna mencolok itu terlihat oleh Amin Sahir, warga Bojonegoro yang sedang bekerja pada sebuah proyek pabrik di Jalan Veteran tersebut. Dari keterangannya, burung tersebut tampak berkeliaran di sekitar area pabrik dan diperkirakan dalam kondisi lapar. Ketika diberi pisang, burung itu mendekat.
Perjumpaan tersebut kemudian dilaporkan masyarakat melalui Call Center Balai Besar KSDA Jawa Timur sekitar pukul 17.38 WIB. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Tim Matawali - Bidang KSDA Wilayah II untuk ditindaklanjuti.
Tak sampai dua jam setelah laporan diterima, petugas telah berada di lokasi. Sekitar pukul 19.29 WIB, kasturi kepala hitam tersebut berhasil dievakuasi.
Jauh dari Sebaran Alaminya
Temuan ini menarik bukan hanya karena lokasi burung berada di tengah kawasan industri. Namun juga karena Kasturi kepala hitam bukan jenis burung dengan sebaran alami di Gresik. Karena itu, kemunculan satu individu di kawasan pabrik tidak serta-merta dapat diperlakukan sebagai perjumpaan satwa liar yang secara alami hidup di lokasi tersebut.
Dari mana burung itu berasal dan bagaimana akhirnya berada di Jalan Veteran masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Petugas tidak ingin mendahului fakta dengan menyimpulkan apakah satwa tersebut terlepas, lepas dari pemeliharaan, atau memiliki riwayat lain.
Yang dapat dipastikan, individu yang dievakuasi dalam kondisi hidup dan secara umum terpantau sehat. Namun terdapat cacat pada kaki kanannya. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan dan penanganan berikutnya.
Kasturi Kepala Hitam termasuk satwa dilindungi di Indonesia dan tercantum dalam Appendix II CITES. Status tersebut menjadi pengingat bahwa burung dengan warna bulu yang indah bukan sekadar menarik untuk dipandang. Di balik keindahannya terdapat persoalan yang jauh lebih besar: perlindungan populasi di alam dan pengendalian pemanfaatan serta perdagangannya.
Pisang yang Mengakhiri Perjalanan di Jalan Veteran
Ada bagian sederhana dari cerita ini yang justru menentukan. Amin tidak membawa burung itu pulang. Setelah satwa mendekat karena makanan yang diberikan, keberadaannya dilaporkan kepada petugas. Dari satu laporan masyarakat, mekanisme respon cepat kemudian bergerak.
Bagi BBKSDA Jawa Timur, penyerahan sukarela seperti ini penting. Masyarakat yang menemukan satwa liar, terlebih jenis dilindungi, dapat segera melaporkannya kepada petugas dan tidak menjadikannya sebagai satwa peliharaan.
Malam itu, hiruk-pikuk kawasan industri Gresik menyisakan cerita lain. Seekor kasturi kepala hitam ditemukan jauh dari bentang alam asalnya. Ia datang entah dari mana, mendekat karena sepotong pisang, lalu berpindah ke tangan petugas konservasi.
Perjalanannya di Jalan Veteran telah berakhir. Tetapi satu pertanyaan masih perlu ditelusuri, dari mana kasturi kepala hitam itu sebenarnya berasal?
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



