Bukan Dahan, di Pamekasan Kukang Jawa Ini Ditemukan Bergantung di Kabel

Agus Irwanto
Bukan Dahan, di Pamekasan Kukang Jawa Ini Ditemukan Bergantung di Kabel

Pamekasan - Bukan dahan pohon yang dicengkeramnya, seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) justru ditemukan bergantung pada kabel di tengah permukiman warga di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Perjumpaan tak biasa itu kemudian berujung pada penyerahan satwa kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur. Rabu, 23 September 2026, pukul 10.30 WIB, Tim Matawali - Seksi KSDA Wilayah (SKW) IV Pamekasan menindaklanjuti laporan sekaligus penyerahan seekor kukang jawa dari Hamid Faqih, warga Desa Blumbungan - Kabupaten Pamekasan.

Menurut Hamid, Kukang tersebut sebelumnya terlihat bergantung pada kabel. Khawatir dengan keselamatan satwa, warga berusaha menurunkannya menggunakan bantuan bambu. Kukang kemudian diamankan sementara di dalam kandang sebelum diserahkan kepada petugas.

Tim Matawali yang dipimpin langsung oleh Kepala SKW IV Pamekasan, Asep Hawim  Sudrajat, bersama dua anggotanya Fathorrakhman, dan Alvin Sayhir Isman selanjutnya melakukan evakuasi dan membawa satwa tersebut ke kandang transit SKW IV Pamekasan.

Dua hari berselang, Jumat, 25 September 2026, kukang kembali menempuh perjalanan. Kali ini dari Pamekasan menuju kandang transit Unit Penyelamatan Satwa - BBKSDA Jawa Timur di Sidoarjo. Di tempat tersebut, kondisi kesehatannya akan diperiksa sebagai dasar menentukan penanganan berikutnya sesuai ketentuan.

Ketika Kabel Menjadi Jalan
Kukang jawa merupakan primata nokturnal yang sebagian besar kehidupannya berlangsung di atas vegetasi. Pepohonan bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga menyediakan jalur pergerakan, perlindungan, dan sumber pakan.

Karena itu, kukang yang bergantung pada kabel menghadirkan pemandangan yang tidak biasa.

Namun satu perjumpaan belum cukup untuk menyimpulkan penyebab satwa berada di sana. Kehadirannya dapat menjadi pintu masuk untuk melihat lebih jauh mengapa satwa tersebut berada di Madura. Yang paling penting pada saat itu adalah memastikan satwa selamat.

Respon warga Desa Blumbungan menjadi bagian penting dari cerita ini. Kukang tidak dipelihara setelah ditemukan. Satwa diserahkan kepada petugas agar memperoleh penanganan yang semestinya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjumpaan dengan satwa liar dapat terjadi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak selalu di tengah hutan. Kadang di kebun, pekarangan, tepi jalan, bahkan di atas kabel yang melintas di antara rumah-rumah.

Dalam situasi seperti itu, masyarakat tidak perlu menangkap atau menangani satwa secara berlebihan. Mengamankan keadaan, menjaga jarak, menghindari tindakan yang dapat melukai satwa maupun manusia, serta segera menghubungi petugas menjadi pilihan yang lebih aman.

Bagi Tim Matawali, evakuasi juga bukan akhir pekerjaan. Pemeriksaan kesehatan dan penilaian kondisi satwa menjadi tahapan penting sebelum menentukan langkah selanjutnya. Dari seutas kabel di Pamekasan, seekor kukang jawa akhirnya sampai ke tangan petugas konservasi.

Sebab satwa liar tidak selalu membutuhkan kita untuk membawanya pulang. Kadang, mereka hanya membutuhkan manusia yang tahu kapan harus menolong dan kapan harus menyerahkannya kembali kepada alam.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

25 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait