Bocil dan Rusty, Teman Ngobrol yang Harus Diikhlaskan

Agus Irwanto
Bocil dan Rusty, Teman Ngobrol yang Harus Diikhlaskan

Gresik - Bocil dan rusty punya tempat tersendiri di hati warga kelurahan Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Keduanya bukan sekadar Monyet Ekor Panjang yang berada di sekitar permukiman. Karena sering berada di dekat tempat warga berkumpul dan terbiasa menerima makanan, dua satwa itu perlahan menjadi bagian dari keseharian.

Warga bahkan menyebut keduanya sebagai “teman ngobrol”.

Namun Kamis, 27 Agustus 2026, kebersamaan itu harus berakhir. Bukan karena rasa sayang telah hilang, melainkan karena kepedulian terhadap satwa liar akhirnya menemukan bentuk yang berbeda dengan mengikhlaskannya.

Tim Matawali Bidang KSDA Wilayah II Gresik, Balai Besar Ksda Jawa Timur, mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan Monyet Ekor Panjang atau MEP di wilayah tersebut yang diperlihara minim kesejahteraan.

Di Sidorukun, petugas menemukan dua individu MEP yang sebelumnya lepas dan kemudian berhasil diamankan warga. Seekor jantan dikenal dengan nama bocil, sedangkan seekor betina dipanggil rusty.

Keduanya sempat diikat di dekat pos warga agar tidak kembali berkeliaran. Karena lokasi tersebut merupakan tempat masyarakat biasa berkumpul, interaksi antara manusia dan satwa pun berlangsung cukup dekat.

Makanan diberikan. Sapaan dilontarkan. Kebiasaan perlahan terbentuk.

Di mata manusia, hubungan semacam ini mungkin terlihat sebagai kedekatan. Namun bagi satwa liar, terlalu terbiasa dengan manusia justru dapat membawa konsekuensi lain.

Monyet Ekor Panjang tetap memiliki perilaku dan naluri liar. Ketergantungan terhadap pemberian makanan dapat mengubah pola alaminya, sementara interaksi yang terlalu dekat berpotensi meningkatkan risiko konflik, gigitan, cakaran, maupun gangguan lainnya ketika perilaku satwa berubah.

Karena itu, petugas tidak serta-merta datang untuk membawa satwa pergi. 

Komunikasi menjadi langkah pertama. Tim memberikan penjelasan kepada warga mengenai kebutuhan kesejahteraan satwa, perilaku alami Monyet Ekor Panjang, serta risiko yang dapat muncul apabila hubungan antara manusia dan satwa liar semakin dekat dan terus dipertahankan.

Dialog tersebut perlahan membawa masyarakat pada sebuah keputusan yang tidak mudah. Hingga akhirnya bocil dan rusty akhirnya diserahkan kepada petugas.

Ada rasa berat hati. Bagaimanapun, dua satwa itu telah menjadi bagian dari suasana sehari-hari warga. Tetapi di balik keputusan tersebut tersimpan harapan sederhana, agar keduanya memperoleh kehidupan dan penanganan yang lebih baik.

Setelah dievakuasi, bocil dan rusty direlokasi ke Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jawa Timur di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

21 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait