
Titik Api Terpantau, Watangan Puger Tetap Aman
Jember - Sebuah titik panas (hotspot) sempat terpantau di sekitar Cagar Alam Watangan Puger melalui aplikasi Sipongi, Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan, 17 September 2026. Jelas s
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #cagar-alam(312 artikel ditemukan)

Jember - Sebuah titik panas (hotspot) sempat terpantau di sekitar Cagar Alam Watangan Puger melalui aplikasi Sipongi, Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan, 17 September 2026. Jelas s

Ponorogo - Javan Langur Centre (JLC) – The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAFIP) melaksanakan survei cepat populasi dan sebaran Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Cagar Alam (CA) Gunung S

Banyuwangi - Dari hasil pantauan Sipongi, Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan, hingga pukul 12.00 WIB (14/9/2026) tidak terpantau adanya titik panas di kawasan Cagar Alam (CA) dan T

Sidoarjo - Penanganan kebakaran hutan di kawasan Kawah Ijen terus diperkuat. Kamis petang, 4 September 2026, Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali mengerahkan tambahan personel, logistik, dan sarana

Petugas boleh berganti, waktu terus berjalan. Namun di Picis–Sigogor, selalu ada mata yang menengadah untuk memastikan Elang Jawa masih terbang.Ponorogo, 13 September 2026. Tiga belas tahun lalu, penu

Sumenep - Di Cagar Alam Pulau Saobi, musim kemarau membawa dua pekerjaan sekaligus. Menjaga kehidupan liar yang masih bertahan, sekaligus memastikan kekeringan panjang tak berubah menjadi bara yang me

Ponorogo - Bentang alam Cagar Alam (CA) Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor merupakan salah satu site monitoring Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Jawa Timur. Dengan luas mencapai 218,4 hektar,

Ponorogo - Api belum terlihat. Asap pun belum mengepul dari balik pepohonan. Namun di Blok Ngesep, Cagar Alam Gunung Sigogor, tanda-tanda yang patut diwaspadai mulai terbaca dari lantai hutan, seresah

Badung - Cerita Elang Jawa dari hutan-hutan Jawa Timur bergema di Bali. Bukan tentang berapa banyak yang pernah diselamatkan, tetapi tentang satu pertanyaan yang lebih besar: masih adakah cukup ruang