Api Tak Terlihat, Bara Argopuro Belum Benar-Benar Mati

Probolinggo - Api terbuka tak lagi terlihat, tetapi pekerjaan belum selesai. Senin (21/9), Tim Patroli Kebakaran Pos Bermi kembali bergerak menuju kawasan terdampak kebakaran di sekitar Aing Kenik, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.
Enam personel, Misto, Aan, Edi, Sholihin, Halim, dan Misyadi, diturunkan dengan membawa cangkul, arit, jet shooter, serta logistik. Fokus mereka bukan sekadar mencari nyala api, melainkan memburu bara yang masih bersembunyi.
Hasil pemantauan dari Cemoro Limo tidak menunjukkan api terbuka. Namun kepulan asap masih keluar dari tunggak-tunggak kayu. Informasi pemantauan titik panas juga menjadi dasar tim untuk melanjutkan pengecekan dan pemadaman di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kayu dan tunggak yang masih menyimpan bara dapat menjadi sumber penyalaan kembali, terlebih ketika berada di tengah bahan bakar kering.
Tim melakukan pendinginan tunggak, pemadaman titik yang masih menyimpan panas, serta pembuatan sekat bakar. Kebutuhan tambahan personel, logistik, maupun peralatan akan dilaporkan dari lapangan sesuai perkembangan kondisi.
Pada saat yang sama, koordinasi pemetaan dilakukan menggunakan citra satelit terbaru untuk memperbarui estimasi luasan kawasan terdampak kebakaran.
Sementara itu, pemantauan dari Pos Baderan tidak menemukan titik api. Pelaku wisata tetap siaga di Baderan setelah sekitar dua pekan ikut mendukung pengendalian kebakaran hutan.
Di Argopuro, hilangnya lidah api belum menjadi tanda pekerjaan berakhir. Sebab ancaman terakhir kadang bukan api yang terlihat, melainkan bara yang diam-diam bertahan di dalam kayu.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



