Api Mendekati Cikasur, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Ditutup

Agus Irwanto
Api Mendekati Cikasur, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Ditutup

Probolinggo, 7 September 2026. Kebakaran hutan di Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang atau Gunung Argopuro belum mereda. Minggu, 7 September 2026, pemantauan titik panas dan laporan petugas lapangan menunjukkan api masih besar dan pergerakannya semakin mendekati Savana Cikasur. 

Balai Besar KSDA Jawa Timur kemudian memutuskan menutup seluruh kegiatan kunjungan ke SM. Dataran Tinggi Yang mulai 7 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko terhadap pengunjung sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk berkonsentrasi pada pengendalian kebakaran.

Kepala BBKSDA Jawa Timur, Ir. Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc., menginstruksikan jajaran di lapangan segera menyampaikan informasi penutupan kepada para pendaki dan berkoordinasi dengan pelaku wisata, ojek, pemerintah daerah, serta pihak terkait.

Petugas juga diperintahkan memastikan seluruh pendaki yang masih berada di kawasan dapat turun. Pendataan dan penyisiran dilakukan melalui jalur Bermi maupun Baderan berdasarkan data pengunjung yang tersedia.

Cikasur dalam Perhatian
Sejak pagi, Savana Cikasur telah menjadi salah satu fokus pengamanan. Sekitar 17 personel yang terdiri atas Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pelaku wisata, pemandu, dan ojek bergerak menuju kawasan tersebut. Mereka membawa perlengkapan pemadaman sekaligus peralatan untuk mengurangi vegetasi kering dan membangun sekat guna melindungi area perkemahan serta jalur kunjungan.

Pemantauan berikutnya menunjukkan titik panas terdeteksi semakin mendekati Cikasur. Kondisi lapangan inilah yang kemudian memperkuat pertimbangan untuk menghentikan sementara aktivitas kunjungan.

Di sisi lain, penguatan personel terus dilakukan. Dari wilayah Sumbermalang, sekitar 20 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) juga dilaporkan bergerak menuju titik kebakaran. Koordinasi dilakukan BBKSDA Jawa Timur bersama Polsek dan Koramil Sumbermalang untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran dari sisi Situbondo.

Menutup Jalur untuk Membuka Ruang Keselamatan
Penutupan kawasan bukan sekadar menghentikan perjalanan menuju Argopuro. Dalam kondisi kebakaran yang dinamis, keputusan itu menjadi bagian dari pengendalian risiko.

Kawasan SM Dataran Tinggi Hyang membentang di wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Bondowoso. Dengan titik api yang masih berkembang, perubahan arah angin dan kondisi vegetasi dapat membuat situasi lapangan berubah dengan cepat.

Karena itu, BBKSDA Jawa Timur meminta masyarakat dan calon pengunjung tidak melakukan kunjungan ke kawasan sampai terdapat pengumuman lebih lanjut.

Bagi Nur Patria, keselamatan menjadi batas yang tidak boleh dinegosiasikan dalam setiap langkah penanganan.

“Pastikan untuk menurunkan dan melakukan penyisiran terhadap seluruh pendaki yang masih berada di kawasan sesuai data yang ada. Keselamatan pengunjung dan petugas menjadi prioritas.” tegasnya. 

Di Dataran Tinggi Hyang, perjuangan kini berlangsung pada dua arah, petugas bergerak menuju api, sementara para pendaki diarahkan meninggalkan kawasan. Sebab ketika api semakin mendekat, menjaga Hyang juga berarti tahu kapan manusia harus memberi ruang bagi keselamatan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto 
Sumber : Posko Dalkarhut - Balai Besar KSDA Jawa Timur

Pengumuman Penutupan klik disini

100 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait