Api Kembali Muncul di Teneden, Bara Padam Tengah Malam

Bawean - Belum sepekan sejak kebakaran 16 September, api kembali muncul di sekitar Blok Teneden, Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean bersama masyarakat berjibaku hingga tengah malam. Tepat pukul 00.00 WIB, bara api berhasil dipadamkan.
Kebakaran terpantau Minggu malam (20/9) pada punggungan bukit sebelah barat lokasi kebakaran sebelumnya, di Dusun Paseran, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Lokasi berada di sekitar Grid 199 Smart Patrol dan berbatasan langsung dengan lahan masyarakat.
Penanganan dimulai sekitar pukul 19.40 WIB. Abdul Rahim bersama empat warga lebih dahulu bergerak menuju punggungan bukit. Dengan peralatan yang tersedia, mereka berupaya memadamkan api sekaligus mencegah penjalarannya di medan yang curam dan terjal.
Pukul 20.35 WIB, Hayyan, Tifan Nurrizal, dan Uswandi Putra menyusul dari Kantor RKW 09 Gresik–Bawean. Tim kemudian berkonsentrasi pada titik tengah dan batas kawasan, melakukan pemadaman, mop-up, serta mengantisipasi loncatan api.
Kerja malam itu tidak mudah. Selain medan curam dan licin, jet shooter yang digunakan mengalami kerusakan. Sebagian personel juga baru menyelesaikan kegiatan pencarian warga negara asing pada siang harinya. Namun penanganan terus dilakukan hingga bara berhasil dipadamkan.
Abdul Rahim, Manggala Agni BBKSDA Jawa Timur, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bawean yang bergerak bersama petugas sejak awal penanganan.
“Terima kasih kepada masyarakat Bawean yang tanpa ragu ikut bergerak bersama kami. Di medan seperti ini, bantuan masyarakat sangat berarti. Menjaga hutan Bawean tidak mungkin dilakukan petugas sendiri. Hutan ini kita jaga bersama,” ujar Abdul Rahim.
1,90 Hektar Kawasan Terdampak
Penghitungan sementara menunjukkan areal terdampak mencapai ±4,72 hektar. Sekitar ±1,90 hektar berada di dalam SM Pulau Bawean, sedangkan ±2,82 hektar lainnya berada di luar kawasan konservasi.
Vegetasi terdampak berupa Jati, ngos-ngos, tanjeng gunung, kenari, sempel geddeng, pangopa, kayu bulu, delima-deliman, serta semak belukar.
Meski api telah padam, pekerjaan belum selesai. Tunggak dan serasah yang menyimpan panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi memicu penyalaan kembali. Tim melanjutkan pemantauan dan mopping up, terutama pada batas kawasan dan titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara.
Penyebab kebakaran hingga saat ini belum dapat disimpulkan. Penelusuran dan pengumpulan informasi di lapangan masih dilakukan.
Kebakaran yang kembali terjadi hanya beberapa hari dari kejadian sebelumnya menjadi pengingat bahwa padamnya api bukan akhir dari pengendalian. Malam itu, petugas dan masyarakat Bawean membuktikan satu hal, bahwa ketika api tak mengenal batas, menjaga hutan pun tak bisa berjalan sendiri.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



