Api Kembali Muncul di Bawah Puncak Hyang, Tim Jumpai Bekas Kehadiran Pemburu

Agus Irwanto
Api Kembali Muncul di Bawah Puncak Hyang, Tim Jumpai Bekas Kehadiran Pemburu

Probolinggo - Titik api kembali ditemukan di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Rabu (23/9), Tim Patroli Kebakaran Pos Bermi menjumpai api di bawah Puncak Hyang dan sekitar jalur Aing Kenik. Api berhasil dikendalikan, namun sejumlah tunggak masih mengeluarkan asap.

Lima personel yang terdiri atas MMP, pelaku wisata, dan unsur tim lapangan bergerak melakukan pemadaman, membersihkan bahan bakar di sekitar titik api, serta menyisir tepian areal untuk memastikan api tidak menjalar.

Lokasi kebakaran berada pada ketinggian sekitar 2.175–2.654 mdpl. Medan curam, jarak tempuh panjang, keterbatasan air dan angin kencang menjadi kendala. Vegetasi yang terdampak antara lain rumput, alang-alang, dan cemara gunung.

Di sekitar salah satu titik, tim menemukan bekas camp pemburu dan sisa karet ban yang terbakar. Temuan tersebut menjadi informasi awal yang perlu ditelusuri lebih lanjut penyebab kebakaran.  

Kejadian ini menjadi kelanjutan dari rangkaian panjang pengendalian kebakaran di Argopuro. Sejak awal September, petugas bersama masyarakat, MMP, relawan, pelaku wisata, ojek dan porter bergantian menghadapi api di sejumlah lokasi. Pada 16 September, api di Gunung Gilap dan Aing Kenik sempat dinyatakan padam. Namun pemantauan tidak dihentikan karena bara masih berpotensi bertahan di tunggak dan material organik. 

Kewaspadaan itu terbukti diperlukan. Pada 19 September titik panas kembali terpantau di sekitar Aing Kenik. Dua hari kemudian, patroli Pos Bermi masih menemukan asap dari tunggak-tunggak kayu. Lima kepulan asap bahkan ditemukan dalam penyisiran berikutnya. 

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan karakter penanganan kebakaran hutan pegunungan yang tidak selesai bersamaan dengan hilangnya kobaran. Angin dapat menghidupkan kembali bara yang tersimpan, sementara medan terjal dan keterbatasan air membuat proses mop-up membutuhkan waktu dan pengawasan berulang.

Sebelumnya, hasil pemetaan sementara mencatat sekitar 488 hektar kawasan SM Dataran Tinggi Yang terdampak kebakaran. Angka tersebut masih bersifat sementara dan luasan final menunggu proses delineasi lapangan. 

Pagi ini (24/9), sekitar 20 personil dari Baderan berangkat menuju Rawa Embik, mendekati puncak Argopuro dari arah timur. Mereka akan bergabung dengan tim dari Bermi untuk melakukan pemadaman dan pembuatan ilaran api / sekat bakar agar kebakaran tidak meluas.

Penulis: Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor: Agus Irwanto
Sumber: Posko Dalkarhut – Balai Besar KSDA Jawa Timur

44 views
0 komentar
2 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait