Anakan Lutung Jawa Ditemukan di Kebun, Lima Hari Kemudian Diserahkan ke Petugas

Lutung jawa yang diperkirakan berusia sekitar satu bulan ditemukan tanpa induk di kawasan perkebunan. Selama dirawat warga, beberapa orang disebut sempat datang dengan maksud membelinya.
Jember - Seekor anakan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dievakuasi Tim Matawali BBKSDA Jawa Timur di Kabupaten Jember, Senin, 19 Oktober 2026, setelah selama lima hari dirawat oleh warga yang menemukannya di areal perkebunan.
Primata dilindungi tersebut ditemukan seorang pekerja saat membersihkan kebun di kawasan yang dikenal sebagai “Kampung Durian”, Desa Pakis, Kecamatan Panti. Informasi awal menyebut satwa ditemukan dalam kondisi terpisah dari induk dan kelompoknya.
Belum diketahui secara pasti bagaimana anakan lutung itu dapat berada sendirian di kebun.
Setelah ditemukan, satwa dibawa oleh penemu ke tempat tinggalnya di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Informasi mengenai keberadaannya kemudian diteruskan oleh Ketua Kelompok Tani Hutan di Desa Pakis melalui pegawai Cabang Dinas Kehutanan Jember hingga akhirnya diterima petugas konservasi.
Berdasarkan keterangan penemu, lutung tersebut telah dirawat sekitar lima hari. Dalam periode itu, beberapa orang disebut sempat datang dan menyampaikan keinginan untuk membeli satwa tersebut.
Informasi tersebut masih merupakan keterangan dari penemu. Tidak terdapat informasi dalam laporan mengenai terjadinya transaksi.
Masih Terlalu Muda untuk Langsung Kembali ke Alam
Usia anakan lutung diperkirakan sekitar satu bulan. Kondisi itu menjadi pertimbangan penting karena pada fase tersebut seekor primata secara alami masih sangat bergantung pada induk dan kelompok sosialnya. Karena itu, evakuasi tidak langsung diikuti pelepasliaran.
Petugas Bidang KSDA Wilayah III Jember bersama RKW 13 Jember berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Lembaga Konservasi Jember Mini Zoo untuk memastikan satwa mendapatkan penanganan awal. Anakan lutung kemudian dititipkan sementara di Jember Mini Zoo untuk menjalani perawatan dan asesmen lebih lanjut.
Penilaian tersebut diperlukan untuk melihat kondisi fisik, perkembangan perilaku, tingkat ketergantungan terhadap manusia, serta menentukan langkah rehabilitasi berikutnya.
Keterbatasan kapasitas kandang di Jember Mini Zoo juga membuat BBKSDA Jawa Timur mulai mengoordinasikan alternatif penanganan, termasuk dengan Javan Langur Center di Kota Batu.
Menyelamatkan Tidak Berhenti pada Evakuasi
Kasus anakan primata membutuhkan pendekatan berbeda dibanding satwa dewasa yang sehat dan masih memiliki perilaku liar yang kuat. Semakin lama satwa muda berinteraksi intensif dengan manusia, semakin besar perhatian yang perlu diberikan terhadap kemungkinan perubahan perilaku dan ketergantungannya.
Karena itu, tujuan penanganan bukan membuat satwa nyaman hidup bersama manusia, melainkan sebisa mungkin mempertahankan peluangnya untuk kembali menjalani kehidupan alami.
Bagi anakan lutung itu, evakuasi baru menyelesaikan persoalan pertama, keluar dari penguasaan manusia. Pekerjaan berikutnya jauh lebih panjang, memastikan ia tumbuh tetap sebagai satwa liar, dengan peluang terbaik untuk kembali ke kehidupan yang semestinya.
Sebab pada satwa liar yang masih sangat muda, menyelamatkan bukan berarti menjadikannya dekat dengan manusia. Justru menjaga jarak itulah bagian tersulit dari mengembalikannya kepada alam.
Peristiwa di Jember ini menunjukkan pentingnya laporan berjenjang dari masyarakat, kelompok tani hutan, pemerintah desa hingga petugas konservasi.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



