
Menjaga Saobi dari Jerat hingga Bara
Sumenep - Di Cagar Alam Pulau Saobi, musim kemarau membawa dua pekerjaan sekaligus. Menjaga kehidupan liar yang masih bertahan, sekaligus memastikan kekeringan panjang tak berubah menjadi bara yang me
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #saobi(22 artikel ditemukan)

Sumenep - Di Cagar Alam Pulau Saobi, musim kemarau membawa dua pekerjaan sekaligus. Menjaga kehidupan liar yang masih bertahan, sekaligus memastikan kekeringan panjang tak berubah menjadi bara yang me

Sumenep - Ada cara yang berbeda untuk mengenal sebuah kawasan konservasi. Bukan melalui keramaian, bukan pula dari deretan bangunan atau jalan yang membelah hutan. Di Cagar Alam Pulau Saobi, kehidupan

Sumenep - Di sebuah pulau kecil di ujung timur Kabupaten Sumenep, kehidupan berjalan dalam ritme yang tak banyak berubah selama puluhan tahun. Namun di balik itu, Cagar Alam Pulau Saobi menyimpan deny

Sumenep - Di dalam kawasan yang seharusnya steril dari gangguan, batas adalah segalanya. Ia bukan sekadar tanda fisik, melainkan garis tak kasat mata yang memisahkan perlindungan dan ancaman. Namun di

Sumenep - Di sebuah pulau kecil di Timur Madura, kehidupan tumbuh dalam diam, rapuh, namun bertahan. Cagar Alam Pulau Saobi bukan sekadar bentang alam yang terisolasi, melainkan lanskap hidup yang men

Sumenep - Upaya pemulihan ekosistem terus dilakukan di Cagar Alam Pulau Saobi, meski dihadapkan pada kondisi alam yang ekstrem. Selama lima hari, 6–10 April 2026, Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksana

Cagar Alam Pulau Saobi, salah satu kawasan konservasi penting di wilayah Madura Kepulauan, kembali menunjukkan dinamika alam yang terus bergerak di bawah ritme musim dan perubahan cuaca. Dalam patroli

Di atas laut biru yang membingkai Pulau Saobi, hutan cagar alam itu berdiri seperti oasis kecil. Sunyi, namun penuh cerita. Pada 6 Januari 2026, bukan rombongan besar petugas yang menembus jalur-jalur

Cagar Alam Pulau Saobi, salah satu benteng terakhir ekosistem hutan pantai di selatan Pulau Kangean, kembali mengirim isyarat penting. Hasil Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan (METT v4.4) tahun