
Dari Serasah, Bawean Menanam Masa Depan
Ketika kampus, kelompok masyarakat, pelajar, dan konservasi bertemu, daun yang jatuh pun bisa menjadi jalan kecil menuju Bawean yang lebih mandiri.Bawean - Daun-daun kering yang jatuh di halaman rumah
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #universitas(10 artikel ditemukan)

Ketika kampus, kelompok masyarakat, pelajar, dan konservasi bertemu, daun yang jatuh pun bisa menjadi jalan kecil menuju Bawean yang lebih mandiri.Bawean - Daun-daun kering yang jatuh di halaman rumah

Di tengah heningnya Blok Teneden Suaka Margasatwa Pulau Bawean, sembilan mahasiswa WANALA Universitas Airlangga tidak hanya belajar mengenali herpetofauna, tetapi juga memahami etika, keselamatan, dan

Pendidikan lapangan yang memadukan riset keanekaragaman hayati, penelitian sosial, kajian sumber air, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami bahwa kon

Ponorogo - Dari sebuah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Ponorogo, Darmanto Saputro akhirnya mengambil sebuah keputusan penting bagi hidup seekor satwa. Ia secara bulat dan s

Konservasi tidak selalu lahir dari ruang rapat atau lembar kebijakan. Ia kerap tumbuh perlahan, dari langkah kaki di jalur hutan, dari catatan lapangan yang berulang, dan dari dialog panjang dengan ma

Upaya konservasi di Jawa Timur memasuki babak baru. Dalam Kuliah Tamu Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (5/12), Balai Besar KSDA Jawa Timur menegaskan bahwa gen

Di auditorium lantai empat Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo, denyut masa lalu dan masa depan budaya Reyog kembali dipertemukan. Diskusi Terpumpun Penguatan Hasil Kajian Analisis Ekosi

Ponorogo, 9 September 2025. Riuh tepuk tangan menggema di dalam kemegahan Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sebanyak 1.300 mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan 28 program studi menjejakk

Ponorogo, 26 Agustus 2025. Pagi itu, ribuan pasang mata memenuhi Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Lebih dari 600 mahasiswa duduk, menyimak dengan khidmat tatkala Prof. Dr. Satyawan