
BBKSDA Jatim Sosialisasikan Peredaran TSL
Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan Sosialisasi Pemanfaatan dan atau Peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) kepada instansi terkait dan pemegang kebijakan di Surabaya. Kegiatan tersebut digelar di rua
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #burung(211 artikel ditemukan)

Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan Sosialisasi Pemanfaatan dan atau Peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) kepada instansi terkait dan pemegang kebijakan di Surabaya. Kegiatan tersebut digelar di rua

Pada 4 April 2018 yang lalu, bertempat di Universitas 17 Agustus 1945 - Banyuwangi dilaksanakan monitoring evaluasi (monev) pengelolaan KEE Teluk Pangpang, serta penyusunan rencana aksi untuk pengelo

Semua berawal dari sebuah berita di media massa bahwa ditemukan Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) di sekitar Pajarakan – Probolinggo oleh komunitas fotografi. Dalam berita yang terbit pada awal April

Masyarakat Mitra Pohut (MMP) Balai Besar KSDA Jawa Timur melaporkan bahwa telah menemukan dua buah sarang Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) di Pulau Masakambing. Sarang baru ter

Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali menerima puluhan burung dari berbagai jenis dari Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya pada Rabu, 14 Februari 2018 kemarin. Adapun burung yang dititipkan berupa se

Balai Besar KSDA Jawa Timur menyelenggarakan Seminar Konservasi Elang Jawa dan Habitatnya di Jawa Timur yang diselenggarakan di Gedung Indrakila IAIN Ponorogo. Kegiatan yang dihelat pada 3 Februari 2

[caption id="attachment_4110" align="aligncenter" width="1181"] Cagar Alam Besowo Gadungan[/caption] Kehadiran burung bisa menjadi salah satu indikator baik tidaknya sebuah kawasan konservasi, sebab b

Balai Besar KSDA Jawa Timur secara rutin melakukan monitoring kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea abbotti) untuk mengetahui dinamika perubahan populasinya mulai tahun 2011 hingga saat ini.

Pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bertelsi) bertujuan untuk meningkatkan konservasi secara jangka panjang pada spesies ini, agar kelak dapat berkiprah di habitat alamnya, selain itu sebagai konsekue