
Dirjen Serahkan Izin Berburu di Jawa Timur
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE tentang Kuota Buru Babi Hutan (Sus scrofa) kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #wildlife(169 artikel ditemukan)

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE tentang Kuota Buru Babi Hutan (Sus scrofa) kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa

Video makhluk aneh yang diposting seorang warga Kebumen, Jawa Tengah, di Facebook, viral di dunia maya. Makhluk tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan dibahas di berbagai media

Sisi lain dari perburuan dan perdagangan satwa terancam punah adalah sengkarutnya proses konservasi. Lugasnya upaya penyitaan dan penindakan terhadap kasus kejahatan satwa langka dilindungi, acapkali

Pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bertelsi) bertujuan untuk meningkatkan konservasi secara jangka panjang pada spesies ini, agar kelak dapat berkiprah di habitat alamnya, selain itu sebagai konsekue

Sebanyak 27 siswa SMA Negeri 1 Pamekasan yang tergabung dalam organisasi SISPALA (Siswa Pecinta Alam) RESACITA belajar mengamati burung di Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, 23 September 2017. P

Upaya konservasi orangutan yang dihadapi saat ini tidak hanya terkendala pada minimnya lokasi pelepasliaran. Tetapi juga, masih maraknya jual beli orangutan yang dilakukan pedagang liar secara online

Maraknya perdagangan satwa liar dilindungi yang terjadi di Indonesia begitu meresahkan. Berdasarkan catatan penangkapan Wildlife Crime Unit (WCU), ada peningkatan kasus perdagangan satwa liar dari 20

Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), diadakan in house training di Kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur, 23 Agustus 2017

Babi Kutil Bawean (Sus verrucosus blouchi) pada awalnya merupakan subjenis dari Babi Kutil Jawa, keduanya merupakan jenis endemik. Namun pada tahun 2011 babi kutil bawean ditetapkan menjadi jenis ter