
Dirjen Serahkan Izin Berburu di Jawa Timur
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE tentang Kuota Buru Babi Hutan (Sus scrofa) kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bbksda-jatim(1280 artikel ditemukan)

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE tentang Kuota Buru Babi Hutan (Sus scrofa) kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Resort Konservasi Wilayah 18 Kawah Ijen pada 24 Oktober 2017. Sebanyak 3 Orang pet

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur melakukan pembinaan pemanfaatan dan pengusahaan koral di Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi pada 23 Oktober 2017. Kegiatan tersebut dihadiri Direktu

Tak kurang dari 90 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Maarif mengikuti penyuluhan mengenai keberadaan rusa bawean (Axis kuhlii) pada 16 Oktober 2017 yang lalu. Madrasah yang terletak di Desa Suwari Keca

Sisi lain dari perburuan dan perdagangan satwa terancam punah adalah sengkarutnya proses konservasi. Lugasnya upaya penyitaan dan penindakan terhadap kasus kejahatan satwa langka dilindungi, acapkali

Sebanyak enam ekor rusa bawean (Axis kuhlii) siap dilepasliarkan pada 5 November mendatang. Rusa-rusa tersebut berasal dari penangkaran rusa bawean yang berada di Pudakit, Pulau Bawean, dan lembaga k

[caption id="attachment_3977" align="aligncenter" width="1772"] Foto Didik Sutrisno[/caption] 28 September 2017 tiba kabar bahagia dari Pulau Masakambing, Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphure

Melalui Surat Edaran Nomor: SE. 02 /K.2/BIDTEK.2/KSA/9/2017 Tentang Larangan Aktivitas Wisata Ke Cagar Alam Pulau Sempu, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) kembali menegaskan kepada semua pih

Pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bertelsi) bertujuan untuk meningkatkan konservasi secara jangka panjang pada spesies ini, agar kelak dapat berkiprah di habitat alamnya, selain itu sebagai konsekue