
Kampung Merak, Titik Temu Konservasi dan Budaya
Di pagi hari yang berkabut tipis, bayang-bayang pegunungan tampak seperti lukisan kabur di cakrawala. Di sebuah sudut lereng yang sepi, seekor Merak Hijau (Pavo muticus) perlahan mengembangkan sayapny
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #burung(208 artikel ditemukan)

Di pagi hari yang berkabut tipis, bayang-bayang pegunungan tampak seperti lukisan kabur di cakrawala. Di sebuah sudut lereng yang sepi, seekor Merak Hijau (Pavo muticus) perlahan mengembangkan sayapny

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momen refleksi untuk memajukan pendidikan yang inklusif dan bermutu. Tahun 2025, dengan tema nasional “Partisipasi Semest

Jejak samar di tanah lembab itu membawa harapan. Di balik dedaunan yang rimbun, kamera pengintai terus merekam, mencari sosok bayangan terakhir Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Namun, lebih d

Meski peringatan Hari Bumi telah berlalu, upaya menjaga kelestarian bumi terus bergulir. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui Unit Penyelamatan Satwa (Wildlife Res

Surabaya belum sepenuhnya terjaga saat dua kisah liar menyeruak dari sudut kota yang padat, kisah tentang kebebasan yang terenggut, dan upaya manusia untuk menebusnya. Di tengah riuhnya kawasan permuk

Di Pulau Bawean, hening adalah bahasa yang paling nyaring. Hutan tropis yang memeluk kawasan Suwari hingga Kumalasa menyimpan lebih dari sekadar pepohonan dan tanah lembab, ia menyimpan denyut kehidup

Dalam pembaruan Daftar Merah IUCN 2025, sejumlah spesies burung di wilayah kerja BBKSDA Jatim mengalami perubahan status keterancaman. Beberapa menunjukkan sinyal positif, namun tak sedikit yang justr

Di sebuah rumah sederhana yang menghadap rimbun pohon pidada dan debur ombak kecil di kejauhan, seorang lelaki paruh baya menyipitkan mata menatap langit. Di atasnya, terbang bebas dua ekor Beka atau

Langit adalah jalan hidup bagi para penjaga udara, tempat di mana elang seharusnya terbang bebas, bukan terkekang di sudut kandang. Namun dua ekor elang paria (Milvus migrans) harus mencicipi realita