
Lutung Jawa Kembali ke Rimba Nusa Barung
Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa - The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) melepasliarkan 7 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), di kawasan Suaka
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #wildlife(168 artikel ditemukan)

Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa - The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) melepasliarkan 7 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), di kawasan Suaka

Akhir pekan kemarin BBKSDA Jatim seru-seruan bersama stakeholder dalam sebuah acara yang bertajuk “Road to HKAN : Jagong Bakar Keju”, jagongan membahas konservasi untuk kesejateraan yang berkelanjuta

Seksi Konservasi Wilayah I Kediri mengevakuasi seekor Trenggiling (Manis javanica) di Kelurahan Tinalan, Kec. Pesantren - Kota Kediri, 7 Agustus 2023. Trenggiling tersebut merupakan hasil temuan seora

Tahun 2023, BBKSDA Jatim menerima penyerahan satwa liar jenis Kukang sebanyak 3 ekor. Seekor dari penyerahan masyarakat, sedangkan 2 ekor lainnya merupakan hasil penertiban penjualan satwa liar oleh P

Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAFIP) kembali melepasliarkan empat ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Cagar Alam Pulau Sempu, 8

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) merupakan karnivora besar yang menjadi satwa kunci bagi Cagar Alam Pulau Sempu. Keberadaannya baru sebatas perjumpaan tidak langsung dan langsung baik petugas

Hal itu terungkap dalam Diskusi Kolaboratif Riset dan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Ujung Pangkah Untuk Mendukung Pengelolaan Kawasan Yang Berkelanjutan, 12 Maret 2020. Kegiatan yang digelar

Balai Besar KSDA Jawa Timur menerbitkan sebuah buku mengenai keanekaragaman jenis burung di Cagar Alam (CA) Pulau Sempu. Buku yang berjudul “Keanekaragaman Jenis Burung di Cagar Alam Pulau Sempu” ters

Nampaknya pilihan untuk menggunakan bandara kecil seperti Bandara Internasional Banyuwangi sebagai pintu mengeluarkan satwa liar atau bagian-bagiannya mulai menjadi opsi para pelaku tak bertanggungjaw