
Pulau Bawean, Menanam Pengetahuan, Bukan Kopi
Rencana penanaman bibit kopi di kawasan Blok Teneden, Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, akhirnya tidak dilanjutkan. Keputusan itu lahir setelah tim RKW 9 Gresik–Bawean melakukan koordinasi dengan Pe
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bawean(176 artikel ditemukan)

Rencana penanaman bibit kopi di kawasan Blok Teneden, Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, akhirnya tidak dilanjutkan. Keputusan itu lahir setelah tim RKW 9 Gresik–Bawean melakukan koordinasi dengan Pe

Sidoarjo, 31 Desember 2025. Di berbagai penjuru Jawa Timur, alam memberi tanda-tanda yang tak selalu kita pahami. Di pesisir, tukik-tukik kecil bergegas menuju gelombang pertama dalam hidupnya. Di tep

Di terjalnya lereng Suaka Margasatwa Pulau Bawean, sebuah pohon raksasa tiba-tiba rebah. Batangnya melintang sepanjang hampir lima belas meter, diameternya setara pelukan beberapa orang dewasa. Bagi

Konservasi tidak selalu lahir dari ruang rapat atau lembar kebijakan. Ia kerap tumbuh perlahan, dari langkah kaki di jalur hutan, dari catatan lapangan yang berulang, dan dari dialog panjang dengan ma

Pulau Bawean merupakan pulau kecil yang sangat bergantung pada keberadaan hutan sebagai penyangga sistem tata air. Di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, hutan berfungsi sebagai hulu kehidupan

Pulau kecil tidak mengenal kata cadangan. Ketika hutan berkurang, mata air menyusut, ketika satu spesies hilang, keseimbangan ikut bergeser. Di Pulau Bawean, seluruh proses ekologis itu berlangsung d

Kabut tipis turun perlahan di lereng Gunung Besar selepas hujan mengguyur, membalut pucuk-pucuk pohon yang berjaga bagai pilar waktu. Embun menggantung di ujung daun, memantulkan cahaya keperakan yang

Pulau Bawean kembali menjadi panggung utama konservasi Jawa Timur ketika dua kawasan pentingnya, Cagar Alam Pulau Bawean dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean, melalui proses penilaian efektivitas pengelo

Di sebuah pulau yang dijaga sang endemik rusa bawean, tak pernah benar-benar sunyi, tiga mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Universitas Gadjah Mada menutup perjalanan magang mereka dengan mem